Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Juventus vs Roma: Luciano Spalletti Sebut Kalahkan Roma Adalah 'Kemenangan Ganda'

Thalatie K Yani
21/12/2025 08:06
Juventus vs Roma: Luciano Spalletti Sebut Kalahkan Roma Adalah 'Kemenangan Ganda'
Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan evaluasi mendalam usai kemenangan 2-1 atas Roma. Ia memuji karakter tim namun mengkritik kelemahan pertahanan salah satu pemainnya.(Media Sosial X)

PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, menyambut baik kemenangan krusial 2-1 atas AS Roma dalam lanjutan Serie A di Allianz Stadium. Baginya, hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah "kemenangan ganda" karena pasukannya berhasil memetik pelajaran berharga dari gaya bermain agresif lawan.

Gol dari Francisco Conceicao dan Lois Openda membawa Bianconeri kini hanya terpaut satu poin dari Roma di posisi keempat. Namun, di balik kemenangan tersebut, Spalletti tetap memberikan catatan kritis terhadap konsentrasi lini belakang timnya, terutama pada proses terjadinya gol balasan Tommaso Baldanzi di pengujung laga.

Kritik untuk Edon Zhegrova

Salah satu poin evaluasi tajam Spalletti tertuju pada Edon Zhegrova. Meski memberikan kontribusi menyerang, Zhegrova dinilai gagal menjalankan tugas defensif yang menyebabkan gawang Juventus kebobolan.

“Sebuah pertandingan sepak bola itu seperti kotak kosong, Anda tidak bisa hanya mengisinya dengan kualitas Anda sendiri, Anda juga harus memasukkan beberapa hal tidak nyaman yang tidak Anda sukai,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Ia secara khusus menyoroti karakteristik bertahan Zhegrova yang dianggapnya kurang tangguh. “Zhegrova adalah pemain yang saat ini tidak bisa melakukan pekerjaan defensif itu. Jika Anda bisa membuatnya berlari ke arah lawan saat menyerang, dia bisa sangat mematikan. Saya tidak percaya Zhegrova akan pernah bisa bertahan dengan solid, itu bukan karakteristiknya. Ketika dia harus bertahan, dia menjadi 'cair',” tambah Spalletti.

Pujian untuk Pengorbanan Yildiz

Berbeda dengan Zhegrova, Spalletti memberikan apresiasi tinggi kepada Kenan Yildiz yang mau turun membantu pertahanan di babak kedua. Menurutnya, keseimbangan tim sangat bergantung pada kemauan para pemain sayap untuk berkorban.

“Yildiz melakukan pekerjaan yang perlu dia lakukan. Lawannya tahu seberapa bagus dia, tapi saya rasa dia sendiri belum menyadari seberapa bagus dirinya, atau bagaimana dia sudah dipersepsikan pemain lain,” puji sang pelatih.

Spalletti juga menaruh hormat pada strategi Roma di bawah Gian Piero Gasperini yang sempat mendominasi penguasaan bola. “Tim asuhan Gasperini menciptakan 'penjara mini' yang membuat Anda merasa harus melarikan diri, selalu ada seseorang yang menempel di punggung Anda.”

Momentum Kebangkitan Juventus

Kemenangan atas Roma merupakan kemenangan besar kedua berturut-turut bagi Juve setelah pekan lalu membungkam Bologna. Juventus kini telah memenangkan enam dari tujuh pertandingan kompetitif terakhir mereka di bawah arahan Spalletti.

Meskipun jadwal ke depan terlihat lebih ringan tanpa bentrokan langsung dengan tim papan atas, Spalletti enggan jemawa. Ketika ditanya apakah ini peluang untuk memangkas jarak ke puncak klasemen, ia menjawab sambil tertawa.

“Rasanya saya ingin menggigit Anda ketika Anda menanyakan hal seperti itu. Apa artinya 'tidak ada pertandingan besar'? Semuanya sulit sekarang. Menang dan belajar dari tim yang berhasil Anda kalahkan mewakili kemenangan ganda, karena mereka juga memberi Anda kepercayaan diri dan pengetahuan bahwa Anda bisa melawan siapa pun,” pungkasnya. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya