Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, menyambut baik kemenangan krusial 2-1 atas AS Roma dalam lanjutan Serie A di Allianz Stadium. Baginya, hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah "kemenangan ganda" karena pasukannya berhasil memetik pelajaran berharga dari gaya bermain agresif lawan.
Gol dari Francisco Conceicao dan Lois Openda membawa Bianconeri kini hanya terpaut satu poin dari Roma di posisi keempat. Namun, di balik kemenangan tersebut, Spalletti tetap memberikan catatan kritis terhadap konsentrasi lini belakang timnya, terutama pada proses terjadinya gol balasan Tommaso Baldanzi di pengujung laga.
Salah satu poin evaluasi tajam Spalletti tertuju pada Edon Zhegrova. Meski memberikan kontribusi menyerang, Zhegrova dinilai gagal menjalankan tugas defensif yang menyebabkan gawang Juventus kebobolan.
“Sebuah pertandingan sepak bola itu seperti kotak kosong, Anda tidak bisa hanya mengisinya dengan kualitas Anda sendiri, Anda juga harus memasukkan beberapa hal tidak nyaman yang tidak Anda sukai,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Ia secara khusus menyoroti karakteristik bertahan Zhegrova yang dianggapnya kurang tangguh. “Zhegrova adalah pemain yang saat ini tidak bisa melakukan pekerjaan defensif itu. Jika Anda bisa membuatnya berlari ke arah lawan saat menyerang, dia bisa sangat mematikan. Saya tidak percaya Zhegrova akan pernah bisa bertahan dengan solid, itu bukan karakteristiknya. Ketika dia harus bertahan, dia menjadi 'cair',” tambah Spalletti.
Berbeda dengan Zhegrova, Spalletti memberikan apresiasi tinggi kepada Kenan Yildiz yang mau turun membantu pertahanan di babak kedua. Menurutnya, keseimbangan tim sangat bergantung pada kemauan para pemain sayap untuk berkorban.
“Yildiz melakukan pekerjaan yang perlu dia lakukan. Lawannya tahu seberapa bagus dia, tapi saya rasa dia sendiri belum menyadari seberapa bagus dirinya, atau bagaimana dia sudah dipersepsikan pemain lain,” puji sang pelatih.
Spalletti juga menaruh hormat pada strategi Roma di bawah Gian Piero Gasperini yang sempat mendominasi penguasaan bola. “Tim asuhan Gasperini menciptakan 'penjara mini' yang membuat Anda merasa harus melarikan diri, selalu ada seseorang yang menempel di punggung Anda.”
Kemenangan atas Roma merupakan kemenangan besar kedua berturut-turut bagi Juve setelah pekan lalu membungkam Bologna. Juventus kini telah memenangkan enam dari tujuh pertandingan kompetitif terakhir mereka di bawah arahan Spalletti.
Meskipun jadwal ke depan terlihat lebih ringan tanpa bentrokan langsung dengan tim papan atas, Spalletti enggan jemawa. Ketika ditanya apakah ini peluang untuk memangkas jarak ke puncak klasemen, ia menjawab sambil tertawa.
“Rasanya saya ingin menggigit Anda ketika Anda menanyakan hal seperti itu. Apa artinya 'tidak ada pertandingan besar'? Semuanya sulit sekarang. Menang dan belajar dari tim yang berhasil Anda kalahkan mewakili kemenangan ganda, karena mereka juga memberi Anda kepercayaan diri dan pengetahuan bahwa Anda bisa melawan siapa pun,” pungkasnya. (Football-Italia/Z-2)
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengevaluasi kekalahan timnya dari Juventus. Meski kecewa, ia melihat fondasi kuat untuk masa depan Giallorossi.
Francisco Conceicao dan Gleison Bremer bicara soal kemenangan krusial Juventus atas Roma.
Juventus sukses menaklukkan Roma 2-1 di Serie A berkat gol Francisco Conceicao dan Lois Openda. Simak ulasan pertandingan dan drama di lapangan berikut ini.
Bagi Gian Piero Gasperini, performa Donyell Malen bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan jawaban atas kebuntuan lini depan AS Roma yang sempat ia keluhkan sebelumnya.
Dengan tambahan tiga poin ini, AS Roma kini menyamai perolehan poin Juventus di peringkat keempat klasemen Serie A, membuka peluang lebar untuk bersaing di zona Liga Champions.
Tambahan tiga poin dari laga melawan Cremonese ini membuat Atalanta tetap kokoh di papan tengah Serie A menuju zona Eropa, tepatnya di peringkat ketujuh.
Luciano Spalletti puji mentalitas Juventus saat bangkit dari ketertinggalan melawan Lazio.
Pelatih Lazio Maurizio Sarri angkat bicara soal drama hasil imbang melawan Juventus, tentang kegagalan mengunci kemenangan hingga konflik fans.
JUVENTUS harus puas bertengger di peringkat empat klasemen Liga Italia setelah melalui laga Juventus vs Lazio dengan hasil imbang 2-2 di pekan ke-24 Liga Italia Serie A 2025/26
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved