Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Juventus vs Roma, Gian Piero Gasperini Akui Timnya Masih 'Kalah Kelas' di Laga Besar

Thalatie K Yani
21/12/2025 07:01
Juventus vs Roma, Gian Piero Gasperini Akui Timnya Masih 'Kalah Kelas' di Laga Besar
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, mengevaluasi kekalahan timnya dari Juventus. Meski kecewa, ia melihat fondasi kuat untuk masa depan Giallorossi.(AS Roma)

PELATIH AS Roma, Gian Piero Gasperini, mengakui timnya masih memiliki celah kualitas dibandingkan Juventus setelah menelan kekalahan tipis 1-2 di Stadion Allianz. Kekalahan ini memperburuk rekor Giallorossi dalam menghadapi tim-tim besar Serie A musim ini.

Gol dari Francisco Conceicao dan Lois Openda memastikan kemenangan bagi tuan rumah, sementara Roma hanya mampu membalas satu gol lewat Tommaso Baldanzi di menit-menit akhir. Hasil ini membuat posisi Roma di peringkat keempat kini terancam, dengan Juventus yang menempel ketat di bawahnya dengan selisih hanya satu poin.

Evaluasi Lini Depan dan Absensi Pemain

Gasperini menyoroti ketidakefektifan lini serang timnya sebagai penyebab utama kegagalan mencuri poin. Ia menilai operan-operan akhir di wilayah pertahanan lawan sering kali tidak akurat.

"Kami salah melakukan terlalu banyak operan saat menyerang, padahal kami memiliki semua kondisi yang dibutuhkan untuk menciptakan lebih banyak peluang," ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia. "Di akhir pertandingan, kami punya energi lebih, tapi kembali kekurangan presisi."

Roma tampil dengan pertahanan yang dirombak total menyusul absennya pilar utama seperti Mario Hermoso, Artem Dovbyk, serta Evan Ndicka dan Neil El Aynaoui yang tengah berlaga di Piala Afrika. Kondisi ini memaksa Jan Ziolkowski dan Devyne Rensch tampil sejak menit awal.

Kritik untuk Pemain Baru

Salah satu sorotan dalam laga ini adalah keputusan Gasperini untuk tidak menurunkan Evan Ferguson sebagai starter. Pelatih kawakan tersebut mengungkapkan alasannya dengan jujur.

"Ferguson masih belum meyakinkan saya, termasuk pada babak kedua hari ini. Ini bukan hanya soal teknik, dia dan beberapa pemain baru lainnya belum sepenuhnya menyatu dengan semangat tim ini," tegas Gasperini.

Ia justru tetap membela keputusannya memainkan Paulo Dybala dan Matias Soule meskipun keduanya minim kontribusi di laga tersebut. Menurutnya, kualitas teknis kedua pemain tersebut tetap jauh di atas pemain lainnya.

Fondasi untuk Masa Depan

Meski frustrasi dengan rekor buruk dalam laga head-to-head melawan klub papan atas, Gasperini tetap optimis terhadap masa depan Roma. Ia percaya proses yang baru dimulai beberapa bulan lalu ini akan membuahkan hasil.

"Benar bahwa kami kalah dalam banyak bentrokan head-to-head ini. Jika Anda kalah tiga atau empat kali dalam laga seperti ini, maka jelas ada sesuatu yang kurang dibandingkan klub-klub tersebut," akunya jujur.

"Namun, Roma harus pulang malam ini dengan rasa penuh harap, karena kami memiliki fondasi yang kuat di sini untuk membangun skuad yang hebat. Kami baru memulai proses ini beberapa bulan lalu, jadi kami harus fokus membangun masa depan yang cerah untuk Roma berdasarkan apa yang ada saat ini."

Kekalahan ini menuntut Roma untuk segera berbenah sebelum jadwal padat di bulan Januari mendatang, terutama saat tim-tim pesaing mulai menyelesaikan komitmen mereka di Supercoppa Italiana. (Football-Italia/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya