Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Cristian Chivu Sebut Kemenangan Atas Juventus Adalah Titik Balik Mentalitas Inter Milan

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 11:14
Cristian Chivu Sebut Kemenangan Atas Juventus Adalah Titik Balik Mentalitas Inter Milan
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu(AFP/Piero CRUCIATTI )

PELATIH Inter Milan, Cristian Chivu, tidak bisa menyembunyikan rasa leganya setelah Nerazzurri berhasil menumbangkan Juventus 3-2 dalam laga panas, Minggu (15/2) dini hari WIB. 

Bagi Chivu, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan mental dari tim asuhannya yang selama dua tahun terakhir kerap kesulitan saat menghadapi tim papan atas.

Kemenangan dramatis yang ditentukan lewat gol Piotr Zielinski pada menit ke-90 itu membawa Inter nyaman di puncak klasemen dengan 61 poin, unggul delapan angka dari rival terdekat, AC Milan. 

Meski begitu, Chivu secara jujur mengakui bahwa beban sejarah dan ekspektasi tinggi sempat membuat anak asuhnya merasa tertekan.

Mengatasi Tekanan Dua Tahun

Chivu menyoroti betapa pentingnya kemenangan ini untuk menghapus keraguan internal tim. Sejak dua tahun terakhir, Inter dinilai sering gagal dalam laga-laga penentu melawan rival besar.

“Sudah dua tahun sejak terakhir kali kami memenangi laga yang sangat menentukan seperti ini, dan para pemain merasakan tekanan itu. Tapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan. Kami mencoba menyakiti Juventus dan menampilkan performa penuh karakter,” ujar Chivu sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.

Meski menang, pelatih asal Rumania ini memberikan catatan kritis terkait eksekusi taktik di lapangan. Ia menyebut faktor kelelahan fisik dan hilangnya ketenangan pemain sebagai kendala utama dalam menjalankan instruksinya secara sempurna.

“Saya berharap kemenangan hari ini menjadi titik balik. Tim tidak memiliki stamina dan ketenangan untuk mengeksekusi semua yang sudah kami persiapkan, tapi saya tetap menerima kemenangan ini. Terasa sekali tekanan karena sudah lama kami tidak mengalahkan tim besar," ungkapnya.

Analisis Insiden Kartu Merah

Salah satu momen kunci pertandingan adalah pengusiran bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42. Chivu memberikan pandangan objektif terkait insiden yang memicu perdebatan tersebut. 

Menurutnya, meski kontak yang terjadi minimal, kesalahan pemain dalam menempatkan diri memberikan celah bagi wasit untuk mengambil tindakan tegas.

“Kartu kuning kedua dan kartu merah untuk Kalulu? Bagi saya itu sentuhan ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saya selalu bilang kepada pemain saya untuk tidak menempatkan wasit dalam situasi harus membuat keputusan," tegas Chivu. 

Ia menyayangkan pemain berpengalaman seperti Kalulu harus melakukan tindakan berisiko saat sudah mengantongi satu kartu kuning.

Perjudian Taktis di Sisa Laga

Memasuki fase akhir pertandingan saat skor imbang 2-2, Chivu mengambil risiko dengan memasukkan penyerang tambahan. Keputusan ini terbukti jitu ketika Piotr Zielinski mencetak gol kemenangan di pengujung laga.

“Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Saya selalu berbicara tentang perkembangan mental dan cara bermain kami. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” pungkasnya.

Dengan kemenangan ini, Chivu berharap Inter tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga semakin matang secara mental dalam mengarungi sisa musim perburuan Scudetto. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya