Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Inter Milan, Cristian Chivu, tidak bisa menyembunyikan rasa leganya setelah Nerazzurri berhasil menumbangkan Juventus 3-2 dalam laga panas, Minggu (15/2) dini hari WIB.
Bagi Chivu, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan mental dari tim asuhannya yang selama dua tahun terakhir kerap kesulitan saat menghadapi tim papan atas.
Kemenangan dramatis yang ditentukan lewat gol Piotr Zielinski pada menit ke-90 itu membawa Inter nyaman di puncak klasemen dengan 61 poin, unggul delapan angka dari rival terdekat, AC Milan.
Meski begitu, Chivu secara jujur mengakui bahwa beban sejarah dan ekspektasi tinggi sempat membuat anak asuhnya merasa tertekan.
Chivu menyoroti betapa pentingnya kemenangan ini untuk menghapus keraguan internal tim. Sejak dua tahun terakhir, Inter dinilai sering gagal dalam laga-laga penentu melawan rival besar.
“Sudah dua tahun sejak terakhir kali kami memenangi laga yang sangat menentukan seperti ini, dan para pemain merasakan tekanan itu. Tapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan. Kami mencoba menyakiti Juventus dan menampilkan performa penuh karakter,” ujar Chivu sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Meski menang, pelatih asal Rumania ini memberikan catatan kritis terkait eksekusi taktik di lapangan. Ia menyebut faktor kelelahan fisik dan hilangnya ketenangan pemain sebagai kendala utama dalam menjalankan instruksinya secara sempurna.
“Saya berharap kemenangan hari ini menjadi titik balik. Tim tidak memiliki stamina dan ketenangan untuk mengeksekusi semua yang sudah kami persiapkan, tapi saya tetap menerima kemenangan ini. Terasa sekali tekanan karena sudah lama kami tidak mengalahkan tim besar," ungkapnya.
Salah satu momen kunci pertandingan adalah pengusiran bek Juventus, Pierre Kalulu, pada menit ke-42. Chivu memberikan pandangan objektif terkait insiden yang memicu perdebatan tersebut.
Menurutnya, meski kontak yang terjadi minimal, kesalahan pemain dalam menempatkan diri memberikan celah bagi wasit untuk mengambil tindakan tegas.
“Kartu kuning kedua dan kartu merah untuk Kalulu? Bagi saya itu sentuhan ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saya selalu bilang kepada pemain saya untuk tidak menempatkan wasit dalam situasi harus membuat keputusan," tegas Chivu.
Ia menyayangkan pemain berpengalaman seperti Kalulu harus melakukan tindakan berisiko saat sudah mengantongi satu kartu kuning.
Memasuki fase akhir pertandingan saat skor imbang 2-2, Chivu mengambil risiko dengan memasukkan penyerang tambahan. Keputusan ini terbukti jitu ketika Piotr Zielinski mencetak gol kemenangan di pengujung laga.
“Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Saya selalu berbicara tentang perkembangan mental dan cara bermain kami. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” pungkasnya.
Dengan kemenangan ini, Chivu berharap Inter tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga semakin matang secara mental dalam mengarungi sisa musim perburuan Scudetto. (Ant/Z-1)
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, ungkap alasan di balik perubahan taktik mengejutkan saat ditahan imbang Como 0-0 di semifinal Coppa Italia.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyebut timnya layak menang atas Inter Milan di semifinal Coppa Italia. Ia puji performa pemainnya yang buat Inter tertekan.
Matteo Darmian ungkap alasan Inter Milan bermain hati-hati saat ditahan imbang Como. Fokus kini beralih ke Derby della Madonnina akhir pekan ini.
Como dan Inter Milan bermain imbang tanpa gol dalam leg pertama semifinal Coppa Italia. Skuad Cesc Fabregas tampil dominan namun gagal mengonversi peluang.
Simak preview lengkap Como vs Inter Milan di semifinal Coppa Italia 2026. Analisis taktik, statistik H2H, dan prediksi susunan pemain tersedia di sini.
INTER Milan membuktikan ketangguhannya di kancah domestik dengan membungkam Genoa 2-0 di Liga Italia Serie A, Minggu (1/3) dan kini berada di puncak klasemen Liga Italia.
Juventus bangkit dengan kemenangan telak 4-0 atas Pisa. Gol Cambiaso, Thuram, Yildiz, dan Boga akhiri tren negatif Bianconeri di Serie A.
Milan yang kini berada di posisi kedua klasemen Serie A memang sulit mengejar pemuncak Inter Milan karena tertinggal 10 poin. Namun target realistis mereka adalah finis di zona Liga Champions.
Juventus tahan imbang AS Roma 3-3 lewat aksi comeback heroik. Luciano Spalletti puji mentalitas baja pemain dan tegaskan ambisi ke zona Liga Champions.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, bicara blak-blakan usai timnya membuang keunggulan 3-1 atas Juventus.
Bintang Juventus, Francisco Conceicao, bicara jujur soal performanya dan ambisi tim setelah mencetak gol indah dalam hasil imbang 3-3 kontra AS Roma.
Drama luar biasa terjadi di Olimpico! Sempat unggul 3-1, AS Roma harus puas berbagi poin setelah Juventus melakukan comeback epik di masa injury time.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved