Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Fokus Benahi Pertahanan, Persik Kediri Siap Hadapi Bali United

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 04:24
Fokus Benahi Pertahanan, Persik Kediri Siap Hadapi Bali United
Pelatih Persik Kediri Marcos Reina(ANTARA/Prasetia Fauzani)

PERSIK Kediri mengusung misi bangkit dalam laga pekan ke-19 Super League saat menjamu Bali United di Stadion Brawijaya, Jumat (30/1). 

Pelatih Persik, Marcos Reina, menegaskan bahwa sektor pertahanan menjadi fokus evaluasi total demi memutus tren negatif yang melanda skuat berjuluk Macan Putih tersebut.

Langkah pembenahan ini diambil menyusul hasil minor di laga sebelumnya, saat Persik dipaksa menyerah dengan skor telak 0-4 saat bertandang ke markas Malut United. 

Reina mengakui kekalahan tersebut menyisakan kekecewaan mendalam, namun sekaligus memberikan pelajaran penting bagi tim pelatih.

"Kekalahan dari Malut United sangat menyakitkan. Namun ada dua pelajaran yang bisa kami ambil dari pertandingan itu. Kami sempat bermain cukup bagus sebelum kartu merah terjadi. Namun dari sisi negatif adalah kita kemasukan dengan gol-gol mudah lawan," ujar Reina dikutip dari laman resmi I-League.

Kondisi Pemain Baru Mulai Membaik

Selain aspek pertahanan, juru taktik asal Spanyol tersebut membawa kabar baik mengenai kondisi fisik para pemain anyarnya. 

Dua rekrutan terbaru, Jon Toral dan Adrian Luna, dipastikan dalam kondisi yang jauh lebih bugar dibandingkan saat debut mereka di laga sebelumnya.

Kembalinya kebugaran kedua pemain ini memberikan angin segar bagi Reina. Ia kini memiliki lebih banyak opsi untuk meracik skuat terbaik guna meladeni permainan agresif Bali United.

"Melihat kondisi terkini mereka, kemungkinan untuk bermain sangat besar. Karena kebugarannya lebih baik, meski belum 100 persen. Mereka akan lebih baik dalam minggu depan," tambahnya.

Misi Memutus Tren Negatif

Laga kontra Bali United menjadi krusial bagi Persik Kediri. Pasalnya, Macan Putih tengah dalam periode sulit setelah gagal meraih poin penuh dalam tiga pertandingan terakhir. Dengan catatan dua kekalahan dan satu hasil imbang, kemenangan di kandang sendiri menjadi target yang tidak bisa ditawar lagi.

Marcos Reina optimistis anak asuhnya akan tampil lebih solid dan disiplin. Konsistensi permainan sepanjang 90 menit menjadi kunci utama agar insiden "gol mudah" tidak lagi terjadi di Stadion Brawijaya. 

Kemenangan tidak hanya berarti tambahan tiga poin, tetapi juga momentum penting untuk mengembalikan kepercayaan diri suporter dan menjaga posisi mereka di klasemen kompetisi. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya