KEBIJAKAN imigrasi terbaru yang diteken Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memicu kekhawatiran serius bagi kelancaran putaran final Piala Dunia 2026. Grup C, yang mempertemukan raksasa sepak bola Brasil dengan kekuatan Afrika Maroko, kini berada dalam sorotan tajam akibat potensi hambatan birokrasi visa yang dapat membatasi akses pemain, ofisial, hingga suporter.
Maroko dan Risiko Pembatasan Perjalanan
Maroko, yang mencatatkan sejarah gemilang di edisi sebelumnya, kini menghadapi tantangan nonteknis yang berat. Pemerintahan Trump dikabarkan akan memperketat prosedur vetting bagi negara-negara dari kawasan tertentu. Mengingat Maroko adalah negara dengan mayoritas Muslim, muncul kekhawatiran akan kembalinya kebijakan "Travel Ban" versi baru yang lebih selektif.
Sumber internal FIFA menyebutkan bahwa federasi sepak bola Maroko (FRMF) tengah berkomunikasi intensif dengan komite penyelenggara untuk memastikan seluruh skuat mendapatkan jaminan visa tanpa hambatan keamanan yang berlebihan.
Brasil: Diplomasi Sepak Bola di Tengah Pengetatan
Meskipun Brasil memiliki hubungan diplomatik yang relatif stabil dengan AS, pengetatan visa secara umum tetap berdampak pada logistik pendukung. Ribuan suporter Selecao yang dikenal fanatik terancam kesulitan mendapatkan visa kunjungan singkat akibat antrean panjang dan kriteria kelayakan yang semakin ketat di konsulat AS di Rio de Janeiro dan Sao Paulo.
Tabel: Analisis Risiko Akses Grup C di Piala Dunia 2026
| Negara | Status Risiko Visa | Isu Utama |
|---|---|---|
| Brasil | Sedang | Antrean panjang visa suporter & logistik tim. |
| Maroko | Tinggi | Prosedur keamanan tambahan (Enhanced Vetting). |
| FIFA | Kritis | Jaminan akses bagi pemegang tiket resmi. |
Tekanan FIFA terhadap Gedung Putih
Presiden FIFA Gianni Infantino, dalam pernyataan resminya, menekankan bahwa "Akses terbuka bagi semua peserta dan penggemar adalah syarat mutlak bagi tuan rumah Piala Dunia".
FIFA memiliki klausul yang mewajibkan negara tuan rumah memberikan kemudahan visa bagi semua negara yang lolos kualifikasi tanpa diskriminasi.
Pakar hukum imigrasi memprediksi akan ada "jalur khusus" atau visa atlet (P-1) yang dipercepat, namun ketidakpastian tetap menghantui sektor suporter yang menjadi nyawa dari turnamen ini.
Apakah ketatnya kebijakan Trump akan merusak euforia pesta sepak bola terbesar di Grup C, ataukah diplomasi olahraga mampu melunakkan dinding birokrasi Washington?
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
