Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
GELARAN Piala Dunia 2026 akan menyuguhkan pengalaman visual baru bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Melalui kolaborasi strategis dengan FIFA, perusahaan teknologi Lenovo resmi memperkenalkan inovasi AI Stabilizer untuk perangkat kamera wasit (RefCam).
Teknologi ini dirancang khusus untuk menghasilkan gambar yang stabil secara real-time, mengatasi kendala guncangan yang selama ini menjadi hambatan utama dalam siaran langsung.
Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari evaluasi penggunaan RefCam pada tahun sebelumnya.
Saat diuji coba pada Piala Dunia Antarklub 2025, perangkat tersebut sebenarnya mendapat respons positif, namun kualitas gambarnya dianggap belum layak untuk standar siaran profesional.
"Cerita di balik kemitraan dengan FIFA ini adalah ketika kami pertama kali meluncurkan RefCam pada tahun 2025. Perangkat ini tidak berfungsi dengan baik untuk siaran," ujar Art Hu, dikutip Senin (16/3).
Menurut Hu, dinamika permainan sepak bola yang melibatkan gerakan intens seperti berlari kencang dan berputar mendadak menjadi tantangan teknis tersendiri.
Gerakan wasit yang mengikuti mobilitas pemain membuat tangkapan kamera konvensional menjadi tidak stabil. Hadirnya AI Stabilizer menjadi solusi untuk memperbaiki kualitas visual tersebut secara instan.
"Fitur ini menggabungkan teknologi AI terbaru, yang sejalan dengan cara FIFA mengembangkan permainan. Ini bukan hanya teknologi, tetapi sebenarnya membantu memajukan sepak bola," tegas Art Hu.
Di sisi lain, FIFA melihat penggunaan RefCam bukan sekadar alat pelengkap kemeriahan siaran.
Chief Business Officer FIFA, Romy Gai, mengungkapkan bahwa teknologi ini membawa misi edukasi bagi publik mengenai kompleksitas dan tekanan yang dihadapi wasit di tengah lapangan.
"Ini mungkin menunjukkan kompleksitas tugas seorang wasit. Seberapa cepat permainan berlangsung, di mana mereka harus berada, selalu pada waktu yang tepat, pada saat yang tepat, mampu menjadi bagian dari permainan," ungkap Romy Gai.
Romy menekankan bahwa FIFA memandang wasit sebagai "tim pertama" yang menentukan kualitas hasil sebuah pertandingan. Dengan gambar yang kini stabil berkat bantuan AI, penonton diharapkan dapat merasakan perspektif wasit secara lebih nyata dan menghargai profesi tersebut.
Setelah debutnya di Piala Dunia Antarklub, FIFA berencana memperluas penggunaan RefCam yang telah diperkuat AI ini secara berkelanjutan.
Teknologi ini dipastikan akan digunakan sepanjang Piala Dunia Pria 2026 dan akan berlanjut pada Piala Dunia Wanita di musim panas mendatang.
"Kami ingin menerapkannya semaksimal mungkin karena hasilnya sangat menarik. Ini merupakan tambahan yang baik untuk kualitas siaran, dan dengan demikian menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk lebih menikmati siaran," tutup Romy. (Ant/Z-1)
Panduan praktis cara akses siaran TVRI Nasional dan TVRI Sport untuk nonton Piala Dunia 2026 secara gratis. Cek jadwal pembuka Meksiko vs Afrika Selatan di sini!
Presiden AS Donald Trump menyoroti risiko keselamatan yang mungkin mengintai para pemain timnas Iran selama turnamen Piala Dunia 2026 berlangsung.
Keputusan timnas Iran untuk mundur dari Piala Dunia 2026 merupakan respons langsung terhadap serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran pada pekan lalu.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, meski konflik Timur Tengah memanas.
Sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berkomitmen memastikan akses tontonan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data hingga pekan ke-23, tercatat ada 239 insiden penting yang terjadi di lapangan. Dari jumlah tersebut, wasit berhasil mengambil 215 keputusan tepat, atau setara dengan 90%.
Dejan Antonic merasa banyak keputusan wasit yang merugikan timnya, terutama terkait pemberian penalti kepada tuan rumah serta kartu merah yang diberikan kepada pemainnya.
BUKAN hal baru bagi Aryna Sabalenka, memastikan satu tiket di final Australian Open keempat secara berturut-turut. Setelah mengalahkan Elina Svitolina. Sabalenka sempat protes ke wasit
NOVAK Djokovic kembali melaju ke semifinal Australian Open, namun pertandingannya melawan Lorenzo Musetti jauh dari ideal baginya. Novak Djokovic juga berselisih dengan wasit
Enzo Maresca menegaskan dirinya tidak mempersoalkan kartu merah pemain Chelsea Moises Caicedo, tetapi ia menyoroti inkonsistensi wasit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved