Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Akurasi Wasit Super League Meningkat 90 Persen Berkat VAR

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 06:08
Akurasi Wasit Super League Meningkat 90 Persen Berkat VAR
Ilustrasi--Wasit Azel Febrian Sinaga melihat Video Assistant Referee (VAR) setelah pesepak bola Semen Padang FC dijatuhkan oleh pemain Persebaya dalam pertandingan lanjutan BRI Liga 1 di Stadion H Agus Salim Padang, Sumatera Barat, Minggu (15/12/2024).(ANTARA/Iggoy el Fitra)

KOMITE Wasit Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melaporkan peningkatan signifikan pada kinerja perangkat pertandingan di kompetisi kasta tertinggi, Super League musim 2025/2026. 

Kehadiran teknologi Video Assistant Referee (VAR) menjadi faktor kunci di balik meningkatnya ketepatan keputusan wasit yang kini mencapai angka 90%.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menegaskan bahwa penilaian ini didasarkan pada data objektif dan evaluasi mendalam terhadap rekaman pertandingan, bukan sekadar klaim sepihak.

"Kinerja wasit di Super League meningkat berdasarkan data dan ini tidak ada manipulasi," ujar Ogawa dalam acara Refereeing Workshop for Media yang digelar di Jakarta, Selasa.

Perbandingan Performa Musim ke Musim

Berdasarkan data hingga pekan ke-23, tercatat ada 239 insiden penting yang terjadi di lapangan. Dari jumlah tersebut, wasit berhasil mengambil 215 keputusan tepat, atau setara dengan 90%. 

Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 2% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada musim 2024/2025, yang mencatatkan 161 keputusan tepat (88%) dari total 183 insiden.

Di sisi lain, jumlah keputusan yang salah pada musim ini tercatat sebanyak 24 insiden (10%). Meskipun secara angka absolut mengalami kenaikan dibanding musim lalu (22 insiden), namun secara persentase angka kesalahan ini justru menurun dari 12% menjadi 10%.

Ogawa menjelaskan bahwa penentuan tepat atau tidaknya keputusan wasit mengacu pada parameter yang dapat dipertanggungjawabkan. 

"Meskipun sering ada dinamika dalam membahas keputusan wasit, namun tetap ada konklusi untuk menentukan benar atau salah," tuturnya.

Edukasi dan Jaminan Keamanan

Meski menunjukkan grafik yang menanjak, Ogawa mengaku belum sepenuhnya puas karena kinerja wasit belum mencapai titik sempurna. 

Sebagai langkah konkret, PSSI berkomitmen untuk terus memberikan edukasi berkelanjutan bagi para wasit dan perangkat pertandingan guna meminimalisir kekeliruan di sisa musim.

Menanggapi tensi tinggi di lapangan, Ogawa menyadari bahwa keputusan wasit sering kali memicu kontroversi dan protes. 

Namun, ia menekankan agar setiap keberatan disampaikan melalui mekanisme resmi yang telah tersedia, tanpa harus mengancam keamanan perangkat pertandingan.

Ia berharap seluruh elemen sepak bola nasional dapat menjamin keamanan para pengadil lapangan agar mereka dapat bekerja tanpa tekanan. Menurutnya, rasa aman bagi wasit adalah fondasi penting bagi kemajuan kualitas sepak bola di Tanah Air. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya