Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Drama VAR Gagalkan Wrexham, Chelsea Menang Lewat Extra Time

Thalatie K Yani
08/3/2026 07:05
Drama VAR Gagalkan Wrexham, Chelsea Menang Lewat Extra Time
Wrexham gagal singkirkan Chelsea di FA Cup setelah dua keputusan VAR menganulir gol dan memberikan kartu merah. Simak reaksi Phil Parkinson di sini.(Wrexham)

ADA ironi besar yang terjadi di Stadion Cae Ras. Klub yang membuka pintu bagi kamera dunia lewat serial dokumenter mereka, justru harus terjegal oleh kamera asisten wasit video (VAR). Mimpi Wrexham untuk menumbangkan raksasa Liga Premier Inggris, Chelsea, di putaran kelima FA Cup sirna setelah dua keputusan krusial VAR memihak tim tamu.

Dalam laga yang disaksikan langsung pemilik klub asal Hollywood tersebut, stadion tertua di dunia ini untuk pertama kalinya mengoperasikan teknologi VAR. Sayangnya, kehadiran teknologi ini justru membawa kenyataan pahit bagi tuan rumah.

Titik Balik Kartu Merah dan Gol yang Dianulir

Momen krusial pertama terjadi saat kartu kuning George Dobson diubah menjadi kartu merah setelah wasit meninjau monitor VAR. Pelanggaran keras terhadap Alejandro Garnacho itu memaksa Wrexham bermain dengan 10 orang tepat sebelum laga memasuki babak perpanjangan waktu.

Drama tak berhenti di situ. Wrexham sempat mencetak gol penyeimbang melalui Lewis Brunt yang bisa saja memaksakan adu penalti. Namun, VAR kembali beraksi dan menganulir gol tersebut karena Brunt dianggap berada dalam posisi offside tipis saat menyambar sundulan Kieffer Moore.

Striker Wrexham, Sam Smith, yang mencetak gol pembuka laga, merasakan kekecewaan mendalam atas intervensi teknologi tersebut.

"Kami merasakan pasang surut dalam waktu yang sangat singkat dan kami berada di sisi yang merugi [VAR]. Ini adalah pengalaman pertama kami dengannya, dan semoga ini menjadi yang terakhir sampai musim depan," ujar Smith.

Kekecewaan Phil Parkinson

Manajer Wrexham, Phil Parkinson, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap keputusan wasit yang dianggap tidak sesuai dengan "skenario" heroik timnya. Ia menilai tanpa VAR, pemainnya tidak akan diusir dan gol mereka pasti disahkan.

"Ini adalah cicipan pertama saya terhadapnya [VAR]. Saya tahu aturannya adalah harus ada kesalahan yang jelas dan nyata agar keputusan diubah, dan saya pikir wasit harus mendukung penilaian instannya pada saat kejadian. Dia berada di posisi yang sangat bagus untuk melihatnya," kata Parkinson merujuk pada insiden Dobson.

Meski kecewa, Parkinson bangga karena performa timnya tetap mencerminkan semangat kota Wrexham di hadapan jutaan penonton dari 75 negara.

Menatap Liga Premier Inggris Tanpa VAR

Bagi Wrexham, laga ini adalah "tes layar" untuk melihat kesiapan mereka naik kasta. Tiga tahun lalu, mereka masih bermain di liga non-profesional. Kini, mereka menjadi penantang serius promosi ke Liga Premier Inggris.

Direktur Wrexham, Humphrey Ker, menegaskan klub terus bermimpi besar untuk memperkuat skuad demi persaingan promosi. Meski ada jurang finansial yang besar antara Premier League dan Championship, performa di lapangan membuktikan Wrexham mampu bersaing.

Kini, kamera di Wrexham akan beralih fokus ke laga krusial liga melawan Hull City dan derbi Wales kontra Swansea City. Satu hal yang pasti, mereka akan merasa lega karena di laga-laga tersebut tidak akan ada VAR. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya