Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Dejan Antonic Soroti Wasit dan Masalah VAR Saat Semen Padang Menyerah dari Bhayangkara FC

Basuki Eka Purnama
25/2/2026 04:02
Dejan Antonic Soroti Wasit dan Masalah VAR Saat Semen Padang Menyerah dari Bhayangkara FC
Pelatih Semen Padang Dejan Antonic(ANTARA/Ananto Pradana)

PELATIH Semen Padang, Dejan Antonic, meluapkan kekecewaannya usai tim asuhannya menelan kekalahan telak 0-4 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, Selasa (24/2). 

Dalam konferensi pers pascapertandingan, Antonic secara terbuka mempertanyakan jalannya laga yang ia nilai penuh dengan keputusan kontroversial.

Antonic menggambarkan situasi di atas lapangan sebagai sesuatu yang "cukup lucu". Ia merasa banyak keputusan wasit yang merugikan timnya, terutama terkait pemberian penalti kepada tuan rumah serta kartu merah yang diberikan kepada pemainnya. 

Menurut pandangan Antonic, hukuman-hukuman tersebut terasa tidak perlu dan memengaruhi ritme permainan.

"Pertandingan berjalan 'cukup lucu' dihadiahi penalti bagi tuan rumah, serta kartu merah yang tak perlu dari wasit untuk pemain kami," ujar Dejan.

Selain keputusan wasit, Antonic menyoroti kendala teknis pada sistem Video Assistant Referee (VAR). Ia menilai teknologi yang seharusnya membantu keadilan di lapangan tersebut justru tidak berjalan maksimal dalam pertandingan ini. 

Baginya, kondisi tersebut memberikan dampak negatif yang signifikan bagi skuat Kabau Sirah.

"Ya kami kalah hari ini, tapi saya bisa lihat pertandingan cukup lucu, dua penalti langsung kartu merah, VAR tidak jalan. Saya tidak tahu apa yang terjadi," tambahnya.

Meski merasa dirugikan oleh situasi yang ada, Antonic tetap menunjukkan sikap profesional. Ia tidak sepenuhnya menyalahkan kekalahan tim semata-mata karena faktor luar, melainkan juga menjadikannya momen evaluasi bagi seluruh skuat. 

Antonic pun memberikan apresiasi kepada Bhayangkara Presisi Lampung FC yang mampu memanfaatkan momentum dan memenangkan laga di kandang mereka.

"Sekali lagi selamat untuk Bhayangkara. Tapi ini jadi pelajaran bagi kami untuk ke depannya," pungkasnya.

Kekalahan ini membuat Semen Padang masih tertahan di posisi ke-17 klasemen sementara Super League Indonesia dengan 16 poin dari 23 pertandingan. 

Bagi Antonic, kritik yang ia sampaikan menjadi cerminan dari sulitnya situasi yang dihadapi timnya saat ini dalam upaya bangkit dari zona bawah klasemen, terutama saat harus melakoni pertandingan tandang dengan kendala-kendala teknis yang dirasakan di lapangan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya