Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Pelatih Arema FC Soroti Kepemimpinan Wasit Usai Kalah dari Bhayangkara FC

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 05:46
Pelatih Arema FC Soroti Kepemimpinan Wasit Usai Kalah dari Bhayangkara FC
Pelatih Arema FC Marcos Santos(ANTARA/Ananto Pradana)

PELATIH Arema FC, Marcos Santos, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit usai timnya menelan kekalahan tipis 1-2 dari tuan rumah Bhayangkara FC

Santos menilai sejumlah keputusan pengadil lapangan sepanjang pertandingan sangat merugikan pihaknya dan menjadi faktor penentu hasil negatif bagi Singo Edan.

Laga yang berlangsung di Bandar Lampung pada Selasa (10/3) tersebut sebenarnya berjalan sengit. Namun, suasana berubah setelah beberapa keputusan wasit dianggap tidak konsisten. 

Santos mengakui bahwa kekalahan ini bukan semata-mata karena tekanan teknis dari lawan, melainkan adanya intervensi dari keputusan pengadil yang memengaruhi ritme permainan.

"Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit, bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga," ujar Marcos Santos dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.

Perbandingan Pengalaman Internasional

Pelatih asal Brasil ini sejatinya mengakui kualitas skuat Bhayangkara yang mumpuni. Namun, ia merasa keputusan wasit sejak menit awal hingga peluit akhir membuat anak asuhnya berada dalam posisi yang sangat sulit untuk berkembang.

Bahkan, Santos sempat membandingkan standar kepemimpinan wasit yang ia temui di Indonesia dengan pengalamannya saat melatih di kompetisi elite dunia. 

Ia merasa ada aspek ketegasan yang hilang dalam laga tersebut, terutama saat menghadapi tensi tinggi pertandingan.

“Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit," tegasnya.

Sorotan Terhadap Ketidakadilan Kartu

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan Santos adalah perbedaan perlakuan wasit dalam memberikan hukuman kartu. 

Ia mempertanyakan alasan wasit memberikan kartu merah kepada pemainnya, sementara tim tuan rumah tampak bebas dari sanksi serupa meski melakukan pelanggaran yang dianggap sebanding.

“Menurut dia, keputusan kartu merah memang merupakan hak wasit. Namun, perbedaan keputusan diberikan kepada tim tuan rumah, di mana Bhayangkara tidak mendapatkan kartu sama sekali,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ia juga menekankan bahwa jika sepak bola Indonesia ingin terus maju, penggunaan wasit asing seharusnya dibarengi dengan integritas dan ketegasan yang lebih tinggi di lapangan.

“Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit. Tentunya saya prihatin dengan sepakbola Indonesia yang sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi,” tambahnya.

Meski harus pulang tanpa poin, Marcos Santos memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain Arema FC yang tetap berjuang hingga menit terakhir. 

Dalam laga tersebut, Arema sebenarnya sempat memimpin 1-0 melalui gol Joel Vicinius, sebelum akhirnya Bhayangkara membalikkan keadaan menjadi 2-1. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya