Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Barcelona, Hansi Flick, memberikan reaksi jujur setelah timnya dihantam kekalahan telak 4-0 oleh Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Flick mengakui bahwa pasukannya tampil jauh di bawah standar, terutama pada babak pertama yang ia sebut sebagai "pelajaran besar".
Bertanding di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (12/2), Barcelona seolah kehilangan taji dan membiarkan tuan rumah mendominasi laga. Flick mencatat adanya jarak permainan yang terlalu lebar antara kedua tim serta kegagalan sistem pressing yang biasanya menjadi kekuatan Blaugrana.
"Kami tidak bermain baik di babak pertama, kami tidak bermain sebagai sebuah tim. Jarak antara mereka dan kami sangat besar. Kami tidak melakukan tekanan. Dalam 45 menit pertama, kami mendapatkan pelajaran besar," ujar Flick dalam konferensi pers usai laga, sebagaimana dilansir dari Marca.
Kendati menderita kekalahan yang menyakitkan, Flick enggan menyalahkan para pemainnya secara personal. Ia menegaskan tetap bangga dengan pencapaian tim sepanjang musim ini, terutama mengingat badai cedera yang terus menghantam skuadnya.
"Saya tidak kecewa dengan tim. Saya senang dengan musim yang dijalani tim sejauh ini. Kekalahan adalah bagian dari permainan. Ini kekalahan yang menyakitkan, tapi saya bangga pada tim. Kami harus mengambil pelajaran. Mereka (Atletico) jauh lebih lapar untuk mencetak gol, dan itulah yang saya inginkan dari tim saya," tambah pelatih asal Jerman tersebut.
Selain mengevaluasi teknis permainan, Flick juga melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit, khususnya terkait dianulirnya gol Pau Cubarsi. Gol tersebut dibatalkan setelah proses peninjauan VAR yang memakan waktu hingga delapan menit.
Flick menilai kepemimpinan wasit sejak awal laga tidak tegas, terutama saat tidak memberikan kartu kuning pada pelanggaran terhadap Alejandro Balde. Hal itu, menurut Flick, memancing lawan untuk bermain lebih agresif. Namun, poin kemarahannya yang utama adalah ketidakefektifan teknologi di lapangan.
"Ini berantakan. Mereka harus menunggu tujuh menit, ayolah. Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit itu? Baiklah. Saat saya melihat situasi tersebut, jelas tidak ada offside. Mungkin mereka melihat sesuatu yang berbeda, maka beritahu kami. Tidak ada komunikasi. Sangat buruk di sini," kecam Flick.
Meski tertinggal defisit empat gol, Flick belum menyerah untuk mempertahankan gelar juara yang mereka raih musim lalu. Ia menyerukan kepada para penggemar untuk memenuhi Spotify Camp Nou pada leg kedua mendatang.
"Kami masih memiliki dua babak lagi dan kami akan berjuang. Jika kami bisa menang 2-0 di setiap babak... kami akan membutuhkan dukungan para suporter di kandang," pungkasnya. (Football-Espana/Z-2)
Keduanya cedera setelah pertandingan sengit leg kedua Piala Raja (Copa del Rey) Barcelona vs Atletico Madrid pada Rabu.
setelah laga barcelona vs atletico madrid, atletico melenggang ke final copa del rey 2026 meskipun kalah 3-0 di kandang Barcelona
Barcelona nyaris melakukan remontada ajaib di Copa del Rey. Meski menang 3-0 atas Atletico Madrid, Blaugrana gagal melaju ke final karena kalah agregat.
Tim asuhan Hansi Flick itu memikul misi sangat sulit, namun juga sangat mungkin terjadi setelah tertinggal 0-4 dari Atletico.
Pelatih Hansi Flick menegaskan timnya harus mewujudkan sesuatu yang nyaris mustahil demi menjaga peluang mempertahankan gelar.
Barcelona butuh keajaiban di Spotify Camp Nou untuk membalikkan agregat 0-4 dari Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey. Simak preview, lineup, dan head to head.
Real Sociedad melaju ke final Copa del Rey setelah menang agregat 2-0 atas rival sekota Athletic Bilbao.
Keduanya cedera setelah pertandingan sengit leg kedua Piala Raja (Copa del Rey) Barcelona vs Atletico Madrid pada Rabu.
Preview Real Sociedad vs Athletic Bilbao semifinal leg 2 Copa del Rey. Akankah Sociedad pertahankan keunggulan 1-0 atau Bilbao bangkit di Anoeta?
Barcelona nyaris melakukan remontada ajaib di Copa del Rey. Meski menang 3-0 atas Atletico Madrid, Blaugrana gagal melaju ke final karena kalah agregat.
Tim asuhan Hansi Flick itu memikul misi sangat sulit, namun juga sangat mungkin terjadi setelah tertinggal 0-4 dari Atletico.
Pelatih Hansi Flick menegaskan timnya harus mewujudkan sesuatu yang nyaris mustahil demi menjaga peluang mempertahankan gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved