Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN hal baru bagi Aryna Sabalenka, yang kini telah memastikan satu tiket di final Australian Open keempat secara berturut-turut. Setelah mengalahkan Elina Svitolina dari Ukraina dengan skor 6-2, 6-3 dalam dua set langsung pada Kamis (29/1) malam di hadapan penonton penuh di Rod Laver Arena.
Aryna Sabalenka kini akan membidik gelar ketiganya di Melbourne Park setelah sebelumnya memenangkan trofi pada 2023 dan 2024. Perjalanannya tahun ini mirip dengan kampanye gelar pertamanya pada 2023 dan kemenangan ia mencapai final tanpa kehilangan satu set pun sepanjang musim.
Serupa dengan itu, Aryna Sabalenka belum kehilangan satu set pun tahun ini dan sedang dalam tren 11 kemenangan berturut-turut. Sabalenka berhadapan dengan lawan yang sama di final seperti tiga tahun lalu, yaitu Elena Rybakina, yang mengalahkan Jessica Pegula di semifinalnya pada Kamis.
“Saya tidak suka membandingkan diri saya dengan diri saya kemarin,” kata Sabalenka kepada wartawan setelah pertandingan.
“Saya merasa itu bukan hal yang baik untuk dilakukan. Saya merasa Anda harus keluar dan melakukan segala yang Anda bisa dengan apa yang Anda miliki hari ini. Tapi jika Anda bertanya bagaimana perasaan saya saat ini, saya merasa baik," ujar Sabalenka seperti dilansir dari ABC News, Kamis (29/1).
Pada awal pertandingan, wasit Louise Azemar Engzell menimbulkan kegemparan dengan memberikan poin kepada Svitolina setelah menyatakan “gangguan” di tengah rally akibat salah satu serangan khas Sabalenka di tengah poin. Aryna Sabalenka yang marah meminta tinjauan ulang, tetapi keputusan tersebut tetap berlaku. Hal ini disambut dengan sorakan protes dari penonton.
Setelah berdebat tidak sekali, tapi dua kali, dengan wasit kursi, dan melontarkan kata-kata kasar ke arah kotaknya, Aryna Sabalenka berhasil mengatasi momen tersebut dan memenangkan pertandingan.
“Sebenarnya, hal itu belum pernah terjadi padaku. Belum pernah terjadi padaku, apalagi dengan nada marah,” kata Sabalenka mengenai keputusan wasit.
"Dia membuat keputusan itu, dan aku seperti, ‘Apa? Ada apa denganmu?’ Maksudku, aku pikir itu keputusan yang salah, tapi ya sudahlah," ucap Aryna Sabalenka.
"Bagaimana cara mengatakannya dengan baik? Dia (wasit) benar-benar membuat saya kesal, dan sebenarnya itu membantu saya dan menguntungkan permainan saya. Saya menjadi lebih agresif. Saya tidak senang dengan itu, dan itu benar-benar membantu saya untuk memenangkan permainan," ungkap Sabalenka. (ABC News/H-4)
ARYNA Sabalenka lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998. Selama kariernya, ia telah memenangkan dua belas gelar tunggal WTA, termasuk satu Grand Slam di Australian Open 2023.
PETENIS nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, selangkah lagi mempertahankan mahkotanya setelah memastikan diri melaju ke final Australia Terbuka untuk keempat kalinya secara beruntun.
ARYNA Sabalenka lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998. Selama kariernya, ia telah memenangkan dua belas gelar tunggal WTA, termasuk satu Grand Slam di Australian Open 2023.
PETENIS nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, selangkah lagi mempertahankan mahkotanya setelah memastikan diri melaju ke final Australia Terbuka untuk keempat kalinya secara beruntun.
NOVAK Djokovic kembali melaju ke semifinal Australian Open, namun pertandingannya melawan Lorenzo Musetti jauh dari ideal baginya. Novak Djokovic juga berselisih dengan wasit
NOVAK Djokovic mengakui bahwa dia hampir tersingkir dari Australian Open sebelum cedera lawan perempat finalnya, Lorenzo Musetti,
NOVAK Djokovic melangkah ke semifinal Australia Open dengan cara yang tidak biasa. Petenis Serbia itu mengakui dirinya beruntung setelah Lorenzo Musetti, terpaksa mengundurkan diri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved