Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, selangkah lagi mempertahankan mahkotanya setelah memastikan diri melaju ke final Australia Open untuk keempat kalinya secara beruntun.
Dalam laga semifinal yang sarat tensi politik di Rod Laver Arena, Kamis (29/1), Aryna Sabalenka yang merupakan asal Belarusia tersebut tampil dominan saat menundukkan wakil Ukraina, Elina Svitolina, dengan skor 6-2 dan 6-3.
Kemenangan Aryna Sabalenka sekaligus mengubur ambisi Svitolina untuk mencetak sejarah sebagai petenis putri Ukraina pertama yang menembus final Grand Slam di era Open. Sebagaimana sikap konsisten para atlet Ukraina lainnya, Svitolina tetap memegang teguh komitmen untuk tidak berjabat tangan dengan pemain asal Rusia maupun Belarusia sebagai bentuk protes atas perang yang masih berkecamuk.
Panitia penyelenggara pun telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengumumkan melalui layar raksasa sebelum laga dimulai, meminta penonton menghormati keputusan kedua pemain untuk meniadakan tradisi jabat tangan.
Meski Aryna Sabalenka menang dua set langsung, laga ini sempat diwarnai ketegangan pada gim keempat set pertama. Sabalenka sempat dijatuhi hukuman hindrance oleh wasit karena suara rintihannya (grunting) yang dianggap mengganggu lawan.
Meski sempat memicu cemoohan penonton dan protes melalui tinjauan video, Aryna Sabalenka berhasil menjaga ketenangan dan justru menutup set pertama dalam waktu 41 menit.
Di set kedua, Svitolina sempat memberikan perlawanan sengit dengan mematahkan servis Sabalenka untuk unggul 2-0. Namun, Aryna Sabalenka yang mengusung misi "trofi atau tidak sama sekali" itu langsung tancap gas dengan merebut lima gim berturut-turut untuk membalikkan keadaan.
"Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Elina adalah lawan yang tangguh dan bermain luar biasa sepanjang pekan ini. Namun, tugas saya belum selesai," ujar Sabalenka dikutip dari AFP.
Lawan Aryna Sabalenka di partai puncak akan ditentukan melalui hasil laga semifinal lainnya yang mempertemukan unggulan kelima asal Kazakhstan, Elena Rybakina, dengan unggulan keenam asal Amerika Serikat, Jessica Pegula.
Bagi Sabalenka, mencapai final tahun ini merupakan penebusan setelah kegagalan pahit di partai puncak tahun lalu. Dengan performa yang belum kehilangan satu set pun sepanjang turnamen, petenis berusia 27 tahun ini menjadi favorit kuat untuk merengkuh gelar juara ketiganya di Melbourne Park. (H-4)
ARYNA Sabalenka lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998. Selama kariernya, ia telah memenangkan dua belas gelar tunggal WTA, termasuk satu Grand Slam di Australian Open 2023.
BUKAN hal baru bagi Aryna Sabalenka, memastikan satu tiket di final Australian Open keempat secara berturut-turut. Setelah mengalahkan Elina Svitolina. Sabalenka sempat protes ke wasit
ARYNA Sabalenka lahir di Minsk, Belarus pada 5 Mei 1998. Selama kariernya, ia telah memenangkan dua belas gelar tunggal WTA, termasuk satu Grand Slam di Australian Open 2023.
BUKAN hal baru bagi Aryna Sabalenka, memastikan satu tiket di final Australian Open keempat secara berturut-turut. Setelah mengalahkan Elina Svitolina. Sabalenka sempat protes ke wasit
NOVAK Djokovic kembali melaju ke semifinal Australian Open, namun pertandingannya melawan Lorenzo Musetti jauh dari ideal baginya. Novak Djokovic juga berselisih dengan wasit
NOVAK Djokovic mengakui bahwa dia hampir tersingkir dari Australian Open sebelum cedera lawan perempat finalnya, Lorenzo Musetti,
NOVAK Djokovic melangkah ke semifinal Australia Open dengan cara yang tidak biasa. Petenis Serbia itu mengakui dirinya beruntung setelah Lorenzo Musetti, terpaksa mengundurkan diri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved