Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Donnarumma: Saya Menangis Karena Gagal Membawa Italia ke Tempat Seharusnya

Media Indonesia
02/4/2026 19:30
Donnarumma: Saya Menangis Karena Gagal Membawa Italia ke Tempat Seharusnya
Kiper sekaligus kapten tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma(UEFA)

PENJAGA gawang sekaligus kapten tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma, tak mampu membendung air mata setelah skuad Azzurri kembali menelan pil pahit. Langkah Italia menuju Piala Dunia terhenti secara tragis usai ditaklukkan oleh Bosnia dan Herzegovina dalam babak playoff.

Kekalahan melalui drama adu penalti ini memperpanjang catatan kelam sang peraih empat gelar juara dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Italia resmi absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut setelah tumbang dari tim peringkat 66 dunia tersebut.

"Setelah pertandingan, saya menangis. Saya menangis karena kekecewaan tidak bisa membawa Italia ke tempat yang seharusnya," ungkap Donnarumma sebagaimana dikutip dari ESPN, Kamis (2/4).

Catatan Kelam Sang Kapten

Donnarumma, yang kini membela Manchester City, sejatinya telah memperkuat timnas senior sejak usia 17 tahun pada 2016. Namun, hingga saat ini, kiper andalan Italia tersebut belum pernah sekalipun merasakan atmosfer bertanding di turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.

Kesedihan mendalam ini diakui Donnarumma tidak hanya menyelimuti dirinya, tetapi juga seluruh anggota tim dan jutaan pendukung setia Azzurri.

"Saya menangis karena kesedihan yang sangat besar yang saya rasakan, bersama seluruh tim Azzurri, yang saya banggakan sebagai kapten," tuturnya.

Dalam laga penentuan yang krusial tersebut, Donnarumma gagal menghalau satu pun tendangan penalti dari para eksekutor Bosnia dan Herzegovina. Sebaliknya, dua algojo Italia juga gagal menjalankan tugasnya, yang berujung pada kegagalan kolektif yang memilukan.

Media nasional Italia memberikan sorotan tajam atas runtuhnya kekuatan tradisional sepak bola Eropa ini. Meski terpukul, Donnarumma mengajak rekan-rekan setimnya untuk tidak berlarut dalam keterpurukan dan segera membenahi mentalitas tim.

Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai lembaran baru demi memulihkan martabat sepak bola Italia di kancah internasional.

"Kita harus menemukan keberanian untuk membalik halaman sekali lagi. Dan untuk melakukannya dibutuhkan kekuatan, semangat, dan keyakinan," pungkas Donnarumma.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya