Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Bosnia vs Italia: Duel Penentuan Menuju Piala Dunia 2026, Gattuso Waspadai Strategi Poker Barbarez

Akmal Fauzi
31/3/2026 22:19
Bosnia vs Italia: Duel Penentuan Menuju Piala Dunia 2026, Gattuso Waspadai Strategi Poker Barbarez
Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso(AFP)

TIMNAS Italia akan menghadapi laga penentuan "hidup-mati" melawan tuan rumah Bosnia dan Herzegovina pada final play-off Jalur A Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Laga Bosnia vs Italia ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4) dini hari WIB.

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, menyoroti nakhoda Bosnia, Sergej Barbarez. Bukan hanya soal taktik di lapangan hijau, Gattuso menyoroti latar belakang Barbarez sebagai pemain poker profesional yang dinilai memberikan dimensi kecerdasan berbeda dalam memimpin skuad.

"Dia (Barbarez) adalah pemain poker yang hebat. Oleh karena itu dia cerdas dan mengerti isi kepala para pemainnya," ujar Gattuso, dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Selasa (31/3).

Barbarez memang dikenal aktif di meja hijau poker sejak gantung sepatu pada 2008, bahkan rutin berkompetisi di turnamen level dunia. Menariknya, juru taktik berusia 54 tahun itu sempat melontarkan kelakar bahwa Bosnia tak ragu untuk menerapkan strategi "parkir bus" jika berhasil unggul lebih dulu.

Menanggapi psywar tersebut, Gattuso menegaskan Gli Azzurri telah mengantisipasi segala skenario. Ia memastikan timnya tidak akan mencari alibi jika gagal memetik hasil maksimal di kandang lawan.

"Apapun yang terjadi, saya yang akan bertanggung jawab, meski itu menjadi pukulan berat kalau berupa hasil buruk. Namun, saat ini tim dalam kondisi fokus dan tenang," tutur eks gelandang bertenaga badak tersebut.

Ancaman Edin Dzeko

Selain faktor pelatih, Gattuso memberikan perhatian khusus pada sosok veteran Edin Dzeko. Meski telah menginjak usia 40 tahun, insting gol eks striker Manchester City dan Inter Milan itu dianggap belum pudar.

"Dua penyerang mereka (Bosnia-red) termasuk Dzeko mempunyai pergerakan bagus untuk menerima umpan silang. Saya berhubungan baik dengan Dzeko. Dia seorang profesional, sang juara dan orang yang baik," kata Gattuso memuji kualitas sang rival.

Misi Akhiri Kutukan Absen 12 Tahun

Bagi Italia, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan harga diri bangsa. Gianluigi Donnarumma dkk mengemban misi berat untuk mengakhiri mimpi buruk absennya Italia di dua edisi Piala Dunia terakhir (2018 dan 2022).

Donnarumma mengakui ada beban berat di pundak para pemain, namun ia menegaskan kesiapan mental tim.

"Kami juga manusia yang merasakan tekanan. Namun, kami mesti menyimpan energi untuk pertandingan. Kami akan memberikan segalanya di lapangan. Itu akan menjadi laga yang sengit," tegas penjaga gawang utama Italia tersebut.

(Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya