Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Aturan Visa Donald Trump Ancam Kehadiran Suporter di Piala Dunia 2026

Basuki Eka Purnama
16/1/2026 05:15
Aturan Visa Donald Trump Ancam Kehadiran Suporter di Piala Dunia 2026
Presiden AS Donald Trump(AFP/Mandel NGAN)

KEBIJAKAN imigrasi terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump telah menimbulkan gelombang kepanikan di kalangan suporter sepak bola dunia. Berdasarkan pengumuman terbaru per 14 Januari 2026, Amerika Serikat (AS) menangguhkan pemrosesan visa bagi warga dari 75 negara, termasuk beberapa raksasa sepak bola seperti Brasil, Kolombia, dan Maroko.

Dampak bagi Suporter dan Negara Peserta

Meskipun administrasi Trump menyatakan bahwa aturan ini secara teknis menyasar visa imigran, praktiknya di lapangan menunjukkan adanya pemeriksaan latar belakang yang jauh lebih ketat (extreme vetting) bagi pemohon visa turis (B-2) yang akan digunakan oleh para suporter. Hal ini mencakup pemeriksaan riwayat media sosial dan verifikasi keuangan yang sangat mendalam.

Negara-negara seperti Brasil dan Kolombia, yang dikenal memiliki basis suporter paling fanatik dan masif, kini menghadapi ketidakpastian. Di beberapa wilayah, waktu tunggu wawancara visa bahkan dilaporkan mencapai lebih dari 500 hari, yang secara praktis menutup peluang fans untuk hadir tepat waktu saat kick-off Juni mendatang.

Daftar Negara Peserta Terpilih yang Terdampak Krisis Visa

Negara Peserta Status Dampak Estimasi Waktu Tunggu Visa
Brasil Vetting Ketat & Penangguhan Parsial 280+ Hari
Kolombia Vetting Ketat 560+ Hari
Maroko Pemeriksaan Keamanan Tambahan 330+ Hari
Iran Penangguhan Penuh (Travel Ban) Tidak Tersedia
Senegal Vetting Ketat 200+ Hari

Upaya FIFA dan "FIFA PASS"

Menanggapi situasi ini, FIFA telah meluncurkan sistem FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS). Layanan ini dirancang khusus untuk pemegang tiket resmi agar mendapatkan prioritas jadwal wawancara di kedutaan besar AS. Namun, efektivitas sistem ini masih diragukan oleh banyak pihak mengingat kebijakan politik Trump yang sangat restriktif.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan Gedung Putih.

"Kami ingin memastikan bahwa Piala Dunia 2026 tetap menjadi ajang yang inklusif. Kami bekerja sama dengan otoritas AS untuk memastikan fans dari seluruh negara yang lolos dapat memberikan dukungan langsung," ujar Infantino dalam pernyataan resminya.

Ancaman Boikot dan Pembatalan Tiket

Di media sosial, tagar #BoycottWorldCup mulai trending sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut. Laporan awal menunjukkan adanya ribuan permintaan pembatalan tiket dari suporter internasional yang merasa tidak aman atau tidak yakin bisa mendapatkan visa tepat waktu.

Jika masalah ini tidak segera teratasi, Piala Dunia 2026 yang dijanjikan sebagai turnamen terbesar dalam sejarah terancam kehilangan atmosfer meriah yang biasanya dibawa oleh suporter dari Amerika Latin dan Afrika.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik