Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Donald Trump Sebut Kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026 tidak Ideal

Basuki Eka Purnama
13/3/2026 08:19
Donald Trump Sebut Kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026 tidak Ideal
Presiden AS Donald Trump(AFP/Jim WATSON)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait partisipasi Timnas Iran di ajang Piala Dunia 2026. 

Trump menilai, kehadiran skuad asal Teheran tersebut di wilayah Amerika Utara tidak ideal dari sudut pandang keamanan atlet.

Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Jumat (13/3) WIB. 

Meski secara administratif timnas Iran masih menjadi bagian dari kontestan, Trump menyoroti risiko keselamatan yang mungkin mengintai para pemain selama turnamen berlangsung.

"Tim Nasional Sepak Bola Iran tetap disambut untuk ikut Piala Dunia, tetapi saya tak yakin kehadiran mereka pantas, demi nyawa dan keselamatan mereka sendiri," tulis Trump.

Konteks Keamanan dan Ancaman Boikot

Pernyataan sang Presiden muncul di tengah laporan The New York Times yang menyebutkan bahwa Iran sedang mempertimbangkan untuk memboikot turnamen tersebut. 

Hal ini merupakan buntut dari eskalasi militer besar-besaran yang melibatkan AS dan Israel di wilayah Iran pada akhir Februari lalu.

Trump secara tersirat menghubungkan partisipasi atlet dengan situasi panas di Timur Tengah, di mana pangkalan militer AS dan wilayah Israel sempat menjadi sasaran serangan balasan dari Teheran.

Tekanan Diplomatik dalam Olahraga

Sikap Trump ini menambah beban diplomatik bagi FIFA selaku penyelenggara. Sebagai salah satu tuan rumah utama bersama Meksiko dan Kanada, posisi AS sangat krusial dalam menjamin kelancaran turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara mengenai apakah retorika Presiden Trump ini akan berujung pada kebijakan pembatasan visa atau langkah keamanan khusus bagi delegasi Iran. 

Fokus kini tertuju pada bagaimana FIFA menyeimbangkan integritas kompetisi olahraga dengan tekanan politik yang kian meruncing dari Gedung Putih. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya