Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Timnas Iran Putuskan Mundur dari Piala Dunia 2026

Khoerun Nadif Rahmat
12/3/2026 03:49
Timnas Iran Putuskan Mundur dari Piala Dunia 2026
Para pemain timnas Iran(AFP)

DUNIA sepak bola internasional dikejutkan dengan keputusan besar dari Timur Tengah. Timnas Iran dilaporkan resmi mengundurkan diri dari kepesertaan Piala Dunia 2026. 

Keputusan drastis ini merupakan respons langsung terhadap serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran pada pekan lalu.

Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali, menyampaikan kabar tersebut pada Rabu (11/3) waktu setempat. 

Dikutip dari OneFootball, Doyanmali menjelaskan bahwa terdapat pertimbangan mendalam dan prinsipil di balik keputusan timnas Iran untuk menarik diri dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Salah satu poin utama yang mendasari langkah ini adalah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut. 

Doyanmali menegaskan bahwa martabat bangsa dan keamanan tim menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia," ujar Doyanmali secara tegas.

Selain alasan politik dan duka nasional, faktor keamanan fisik para pemain serta staf pelatih juga menjadi landasan utama. 

Sejatinya, Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Ironisnya, seluruh pertandingan di grup tersebut dijadwalkan berlangsung di AS, yang kini dianggap sebagai wilayah yang tidak aman bagi delegasi Iran.

"Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran," jelas Doyanmali. 

Ia menambahkan bahwa konflik yang pecah selama hampir satu tahun terakhir telah mengorbankan ribuan nyawa rakyat Iran, sehingga kehadiran mereka di turnamen tersebut dianggap tidak memungkinkan.

"Mereka telah memaksa dua perang terhadap kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu," pungkasnya.

Padahal, jauh sebelum ketegangan ini memuncak, Presiden FIFA Gianni Infantino telah berupaya keras memastikan partisipasi Iran di 'Negeri Paman Sam'. 

Upaya diplomasi olahraga tersebut bahkan sempat membuahkan hasil melalui kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump.

Dikutip dari Marca, Infantino sebelumnya pernah menyatakan bahwa Trump telah memberikan jaminan keamanan bagi timnas Iran. 

"Selama pembicaraan, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa timnas Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat. Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya," kata Infantino saat itu.

Namun, dengan eskalasi militer yang terjadi pekan lalu, jaminan diplomatik tersebut tampaknya tidak lagi relevan bagi Teheran. 

Pengunduran diri ini pun kini menyisakan lubang besar di Grup G dan menjadi tantangan baru bagi FIFA untuk menentukan status grup tersebut menjelang pembukaan turnamen. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya