Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA sepak bola internasional dikejutkan dengan keputusan besar dari Timur Tengah. Timnas Iran dilaporkan resmi mengundurkan diri dari kepesertaan Piala Dunia 2026.
Keputusan drastis ini merupakan respons langsung terhadap serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran pada pekan lalu.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali, menyampaikan kabar tersebut pada Rabu (11/3) waktu setempat.
Dikutip dari OneFootball, Doyanmali menjelaskan bahwa terdapat pertimbangan mendalam dan prinsipil di balik keputusan timnas Iran untuk menarik diri dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Salah satu poin utama yang mendasari langkah ini adalah tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut.
Doyanmali menegaskan bahwa martabat bangsa dan keamanan tim menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi di Piala Dunia," ujar Doyanmali secara tegas.
Selain alasan politik dan duka nasional, faktor keamanan fisik para pemain serta staf pelatih juga menjadi landasan utama.
Sejatinya, Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Ironisnya, seluruh pertandingan di grup tersebut dijadwalkan berlangsung di AS, yang kini dianggap sebagai wilayah yang tidak aman bagi delegasi Iran.
"Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran," jelas Doyanmali.
Ia menambahkan bahwa konflik yang pecah selama hampir satu tahun terakhir telah mengorbankan ribuan nyawa rakyat Iran, sehingga kehadiran mereka di turnamen tersebut dianggap tidak memungkinkan.
"Mereka telah memaksa dua perang terhadap kami dalam delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kami. Oleh karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu," pungkasnya.
Padahal, jauh sebelum ketegangan ini memuncak, Presiden FIFA Gianni Infantino telah berupaya keras memastikan partisipasi Iran di 'Negeri Paman Sam'.
Upaya diplomasi olahraga tersebut bahkan sempat membuahkan hasil melalui kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump.
Dikutip dari Marca, Infantino sebelumnya pernah menyatakan bahwa Trump telah memberikan jaminan keamanan bagi timnas Iran.
"Selama pembicaraan, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa timnas Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat. Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia FIFA untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya," kata Infantino saat itu.
Namun, dengan eskalasi militer yang terjadi pekan lalu, jaminan diplomatik tersebut tampaknya tidak lagi relevan bagi Teheran.
Pengunduran diri ini pun kini menyisakan lubang besar di Grup G dan menjadi tantangan baru bagi FIFA untuk menentukan status grup tersebut menjelang pembukaan turnamen. (Ant/Z-1)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan berpartisipasi pada Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, meski konflik Timur Tengah memanas.
Sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berkomitmen memastikan akses tontonan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Piala Dunia 2026 sulit untuk ditunda mengingat skala kompetisi yang sangat besar.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Perusahaan teknologi raksasa, Lenovo, resmi memperkenalkan Football AI Pro, sebuah asisten asisten pintar yang dirancang khusus untuk mendukung 48 tim peserta Piala Dunia 2026.
FIFA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Iran menyusul aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat.
Iran memboikot undian Piala Dunia 2026 setelah Amerika Serikat menolak visa delegasi resmi FFIRI. Mehdi Taj mendesak FIFA turun tangan atas kebijakan yang dinilai bersifat politis
Timnas Iran memastikan diri meraih tiket ke Piala Dunia 2026 usai bermain imbang dengan timnas Uzbekistan di laga lanjutan Grup A, Selasa (25/3) malam WIB.
Menurut Indra Sjafri, laga antara Indonesia dan Iran di Piala Asia U-20 adalah pertempuran antarnegara. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat Indonesia bersatu demi lambang Garuda di dada.
Dony Tri Pamungkas juga mengungkap untuk laga Piala Asia U-20 melawan timnas Iran, timnas Indonesia juga menjalani sesi psikologi untuk menjalin kekompakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved