Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

FIFA Pastikan Geopolitik Timur Tengah tidak akan Buat Piala Dunia 2026 Ditunda

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 09:38
FIFA Pastikan Geopolitik Timur Tengah tidak akan Buat Piala Dunia 2026 Ditunda
Trofi Piala Dunia(AFP/Fabrice COFFRINI )

CHIEF Operating Officer (COO) Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menegaskan bahwa turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut tetap berjalan sesuai jadwal. 

Meski situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas, terutama yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, pihak penyelenggara Piala Dunia 2026 itu menyatakan belum ada alasan kuat untuk menunda turnamen.

Schirgi menjelaskan bahwa FIFA terus memantau perkembangan global secara intensif melalui koordinasi dengan mitra federal dan lembaga internasional. 

Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh negara yang telah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi tanpa hambatan teknis maupun keamanan.

“Pada dasarnya, kami menanganinya hari demi hari dan pada waktunya kami akan memiliki resolusi. Piala Dunia akan tetap berlangsung, bukan? Piala Dunia terlalu besar dan kami berharap semua orang yang sudah lolos kualifikasi dapat berpartisipasi,” ujar Schirgi, dikutip Selasa (10/3).

Komunikasi dengan Federasi Iran

Salah satu poin krusial dalam persiapan ini adalah komunikasi yang terus dijalin FIFA dengan Federasi Sepak Bola Iran. 

Meskipun Schirgi tidak membeberkan detail hasil pembicaraan tersebut, ia mengakui bahwa dinamika di lapangan sangat cair.

"Bila saya memiliki bola kristal, saya bisa memberi tahu Anda sekarang apa yang akan terjadi, tetapi jelas situasinya sekarang terus berkembang,” tambahnya.

Meski penuh ketidakpastian, Schirgi optimistis bahwa ajang olahraga mampu menjadi katalisator perdamaian. 

Berkaca pada kesuksesan penyelenggaraan di Qatar dan Rusia, ia meyakini daya tarik global sepak bola dapat menyatukan berbagai budaya yang tengah bersitegang.

“Mengingat keadaan dunia terkini, turnamen ini menjadi kesempatan besar untuk menyatukan semua orang,” tegas Schirgi. 

“Bagi Anda yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, ini menjadi momen istimewa karena benar-benar bersifat global dan bisa menyatukan semua orang. Kita sudah menyaksikannya di Qatar, Rusia, dan di mana-mana," lanjutnya.

Edisi Perdana dengan 48 Negara

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Edisi ini akan mencetak sejarah baru sebagai turnamen pertama yang diikuti oleh 48 negara dari enam konfederasi berbeda.

Selain penambahan jumlah peserta, untuk pertama kalinya dalam sejarah, hajatan empat tahunan ini akan diselenggarakan di tiga negara tuan rumah sekaligus, yakni AS, Meksiko, dan Kanada. 

Sinergi ketiga negara ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi internasional yang kuat di tengah tantangan global saat ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya