Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Presiden FIFA Gianni Infantino Usul Kartu Merah bagi Pemain yang Tutup Mulut saat Bicara

Thalatie K Yani
02/3/2026 10:01
Presiden FIFA Gianni Infantino Usul Kartu Merah bagi Pemain yang Tutup Mulut saat Bicara
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas.  Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.(Instagram)

PRESIDEN FIFA, Gianni Infantino, melontarkan usulan tegas guna memerangi rasisme di atas lapangan hijau. Infantino menyarankan agar pemain yang menutup mulut saat terlibat konfrontasi dengan lawan segera dijatuhi kartu merah.

Usulan ini mencuat menyusul insiden "Prestianni-Vinicius" dalam laga Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid pada 17 Februari lalu. Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dituduh melontarkan hinaan rasis kepada bintang Real Madrid, Vinicius Jr, sambil menutupi mulutnya dengan jersei.

"Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berdampak rasis, maka ia harus diusir keluar lapangan, tentu saja. Kita harus berasumsi bahwa ia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan, jika tidak, ia tidak perlu menutupi mulutnya," ujar Infantino kepada Sky Sports.

Menurut Infantino, jika seorang pemain tidak memiliki sesuatu yang disembunyikan, maka tidak ada alasan untuk menutupi mulut saat berbicara. "Ini adalah tindakan yang bisa dan harus kita ambil untuk menangani perjuangan kita melawan rasisme secara serius," tambahnya.

Buntut Kasus Prestianni-Vinicius

Saat ini, UEFA telah menjatuhkan sanksi skorsing sementara kepada Prestianni sambil menunggu hasil investigasi penuh. Dalam laga yang berakhir 1-0 untuk Madrid tersebut, pertandingan sempat terhenti selama 10 menit setelah Vinicius mengadu bahwa dirinya disebut "monyet" oleh pemain asal Argentina itu. Meski demikian, Prestianni membantah tuduhan tersebut dan mengklaim Vinicius telah salah menafsirkan ucapannya.

Infantino menekankan pentingnya efek jera dalam peraturan baru ini. "Kita harus bertindak tegas dan dengan cara yang memberikan efek jera. Mungkin kita harus mempertimbangkan tidak hanya menghukum, tetapi juga mengubah budaya kita dan memberi kesempatan kepada pemain atau siapa pun untuk meminta maaf," jelasnya.

Pembahasan Aturan Baru Jelang Piala Dunia

Isu mengenai larangan menutup mulut ini telah dibahas dalam pertemuan tahunan International Football Association Board (IFAB) di Wales akhir pekan ini. Meskipun belum tercapai kesepakatan final, diskusi lebih lanjut akan dilakukan pada Kongres FIFA di Vancouver pada 30 April mendatang.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan harapannya agar langkah-langkah baru ini bisa disepakati sebelum ajang Piala Dunia musim panas ini. "Kami ingin melanjutkan diskusi dan berpotensi menghasilkan langkah-langkah sebelum Piala Dunia," ungkapnya.

Di sisi lain, CEO Federasi Sepak Bola Inggris (FA) sekaligus anggota dewan IFAB, Mark Bullingham, menilai perlu ada konsultasi lebih luas untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan.

"Kita perlu meninjau semuanya dan memastikan jika kita akan memperkenalkan perubahan aturan atau penalti, kita tidak akan menciptakan masalah baru," tutur Bullingham. (Sky Sport/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya