Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KLUB Liga Portugal, Benfica, meluncurkan pembelaan keras terhadap pemainnya, Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Benfica mengklaim bahwa sang pemain telah menjadi korban "upaya pencemaran nama baik".
Insiden tersebut terjadi di laga Liga Champions, Rabu (18/2) dini hari WIB, yang sempat terhenti selama 10 menit.
Pertandingan dihentikan setelah Vinicius melaporkan dugaan penghinaan rasis kepada wasit Francois Letexier, yang kemudian memicu aksi walk-off para pemain Real Madrid.
Melalui pernyataan resmi di akun X mereka, Benfica merilis video insiden tersebut dan menegaskan dukungan penuh terhadap versi kejadian yang disampaikan Prestianni.
Klub berargumen bahwa klaim dari pihak Real Madrid tidak logis secara teknis.
"Mengingat jarak yang ada, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang mereka klaim telah mereka dengar," tulis pernyataan resmi klub.
Benfica menambahkan bahwa perilaku Prestianni selama ini selalu berpedoman pada rasa hormat terhadap lawan dan institusi.
"Klub menyesali upaya pencemaran nama baik dengan pemain kami telah menjadi korbannya," tegas mereka.
Jika terbukti bersalah, Prestianni terancam hukuman minimal 10 pertandingan di kompetisi Eropa.
Manajer Benfica, Jose Mourinho, juga tak luput dari kecaman. Dalam sesi wawancara pascapertandingan, Mourinho sempat melontarkan komentar yang dianggap menyudutkan korban dengan menyebut perayaan gol Vinicius "tidak sopan".
Mourinho juga mencoba membela reputasi klub dengan membawa nama legenda sepak bola Portugal, Eusebio.
"Klub menegaskan kembali komitmen historisnya dalam membela nilai-nilai kesetaraan... dengan Eusebio sebagai simbol terbesarnya," tulis pernyataan Benfica mendukung argumen Mourinho.
Respons Benfica dan Mourinho memicu reaksi keras dari badan antidiskriminasi, Kick It Out. Ketua badan tersebut, Sanjay Bhandari, menilai Benfica dan manajernya telah "gagal" dalam menangani situasi sensitif ini.
"Adalah kecenderungan alami untuk ingin memercayai pemain Anda sendiri, tetapi kenyataannya adalah mereka (pihak klub) tidak mendengar apa yang terjadi," ujar Bhandari kepada BBC Sport.
"Hanya ada dua orang dalam percakapan itu dan dua orang yang bisa mendengar apa yang dikatakan. Diskriminasi adalah satu hal, tetapi melakukan gaslighting adalah hal lain," lanjutnya.
Sementara itu, mantan wasit Mark Clattenburg yang bertugas sebagai pakar di Amazon Prime, mengeluarkan permohonan maaf resmi atas komentarnya yang dinilai tidak sensitif.
Sebelumnya, ia sempat menyebut bahwa Vinicius "tidak membantu dirinya sendiri" dalam situasi tersebut.
"Tidak ada yang membenarkan rasisme dalam olahraga maupun dalam hidup. Saya bersyukur memiliki kesempatan untuk menindaklanjuti kejadian semalam. Saya salah, saya minta maaf," tulis Clattenburg di akun X miliknya.
Ia mengakui bahwa pilihan katanya saat siaran langsung sangat ceroboh dan tidak tepat.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan dirinya "terkejut dan sedih" atas insiden tersebut. Ia memuji ketegasan wasit Letexier yang mengaktifkan protokol anti-rasisme di lapangan.
"Sama sekali tidak ada tempat bagi rasisme dalam olahraga kita maupun di masyarakat. Saya akan selalu terus mengulangi: Katakan tidak pada rasisme, tidak pada segala bentuk diskriminasi!" tegas Infantino. (bbc/Z-1)
Kemenangan di kandang Olympiakos menjadi sangat spesial karena merupakan kemenangan tandang pertama bagi Bayer Leverkusen di fase gugur Liga Champions.
Hingga saat ini, Atletico Madrid tercatat belum pernah meraih kemenangan dalam lima kunjungan tandang mereka ke markas Club Brugge.
Berkat kemenangan ini, Bodo/Glinmt hanya perlu tidak kalah lebih dari satu gol di laga leg kedua playoff Liga Champions kontra Inter Milan di Giuseppe Meazza, 25 Februari mendatang.
Anthony Gordon mencetak 4 gol ke gawang Qarabag di laga leg pertama playoff Liga Champions 2026. Simak profil, statistik, dan rekor baru bintang Newcastle United ini.
UEFA resmi menunjuk penyelidik khusus untuk mendalami dugaan penghinaan rasial yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.
UEFA resmi menunjuk penyelidik khusus untuk mendalami dugaan penghinaan rasial yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Real Madrid meraih kemenangan 1-0 saat bertandang ke markas Benfica pada leg pertama playoff Liga Champions yang digelar di Lisbon, Rabu (17/2) dini hari WIB
Laga Benfica vs Real Madrid sempat dihentikan 10 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasis.
Real Madrid amankan kemenangan 1-0 atas Benfica lewat gol spektakuler Vinicius Jr. Laga diwarnai aksi rasisme, penghentian pertandingan, hingga pengusiran Jose Mourinho.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved