Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Tetap Berlatih di Santiago Bernabeu, Status Gianluca Prestianni Masih Tanda Tanya

Basuki Eka Purnama
25/2/2026 10:39
Tetap Berlatih di Santiago Bernabeu, Status Gianluca Prestianni Masih Tanda Tanya
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni berlatih di Santiago Bernabeu menjelang laga leg kedua playoff Liga Champions.(AFP/OSCAR DEL POZO)

GIANLUCA Prestianni menjadi sorotan utama jelang laga leg kedua play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Stadion Santiago Bernabéu, Kamis (26/2) dini hari WIB. 

Pemain sayap Benfica tersebut terlihat ikut berlatih bersama rekan setimnya di Madrid, Selasa (24/2), meskipun saat ini ia tengah menjalani sanksi larangan bermain satu pertandingan dari UEFA.

Sanksi tersebut dijatuhkan secara provinsional menyusul dugaan insiden rasisme yang dilaporkan oleh pemain Real Madrid, Vinícius Jr., pada pertemuan pertama di Lisbon, pekan lalu. Prestianni sendiri telah membantah keras tuduhan tersebut.

Kubu Benfica saat ini tengah berupaya menempuh jalur banding atas keputusan UEFA tersebut. Meskipun ada keyakinan internal bahwa banding tersebut kemungkinan tidak akan memberikan dampak praktis sebelum laga dimulai, kehadiran Prestianni dalam sesi latihan di Madrid menunjukkan optimisme klub bahwa pemain berusia 20 tahun itu masih berpeluang untuk tampil.

Presiden Benfica, Rui Costa, secara terbuka memberikan dukungan kepada pemainnya. Costa menyatakan bahwa Prestianni "bukan seorang rasis" dan menegaskan bahwa sang pemain layak mendapatkan kepercayaan klub setelah merasa "sedang dikucilkan" akibat tuduhan tersebut.

Di sisi lain, UEFA saat ini sedang melakukan investigasi menyeluruh melalui inspektur etika dan disiplin. Hasil dari investigasi inilah yang nantinya akan menentukan apakah akan ada sanksi lanjutan yang lebih berat bagi Prestianni.

Situasi ini menambah ketegangan di kubu lawan, ketika pihak Real Madrid terus menekan agar insiden tersebut ditangani dengan serius. 

Manajer Los Blancos, Alvaro Arbeloa, secara tegas meminta otoritas sepak bola Eropa untuk tidak menjadikan kampanye antirasisme hanya sebagai slogan belaka.

"UEFA, yang selama ini memimpin perjuangan melawan rasisme, kini memiliki kesempatan untuk tidak hanya menjadikannya slogan atau sekadar spanduk cantik sebelum pertandingan, dan saya berharap mereka memanfaatkan kesempatan ini," ujar Arbeloa.

Sementara itu, pihak Benfica harus memastikan langkah selanjutnya terkait status pemain mereka di tengah sorotan tajam publik dan proses investigasi yang masih berjalan. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya