Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Sepak Bola Italia di Ambang Sejarah Memalukan, tidak Ada Klub Serie A di 16 Besar Liga Champions

Basuki Eka Purnama
25/2/2026 10:25
Sepak Bola Italia di Ambang Sejarah Memalukan, tidak Ada Klub Serie A di 16 Besar Liga Champions
Penyerang Inter Milan Marcus Thuram bereaksi di laga leg kedua playoff Liga Champions kontra Bodo/Glimt(AFP/Piero CRUCIATTI )

SEPAK bola Italia sedang berada di titik nadir. Untuk pertama kalinya sejak musim 1987-88, Serie A terancam tidak memiliki wakil di babak 16 besar Liga Champions

Kekalahan mengejutkan Inter Milan dari klub debutan asal Norwegia, Bodo/Glimt, di babak play-off menjadi lonceng peringatan keras bagi sepak bola Italia.

Nerazzurri, yang musim lalu berstatus sebagai finalis, harus tersingkir setelah kalah 2-1 di San Siro, menyusul kekalahan 3-1 di laga leg pertama. Ini adalah pertama kalinya raksasa Milan tersebut ditumbangkan oleh tim dari luar lima liga top Eropa.

Kini, harapan terakhir Serie A bertumpu pada Juventus dan Atalanta yang harus berjuang membalikkan defisit gol. 

Juventus menantang tugas berat setelah tertinggal agregat 5-2 dari Galatasaray, sementara Atalanta harus mengejar ketertinggalan 2-0 saat menjamu Borussia Dortmund.

"Ini adalah peringatan besar bagi sepak bola Italia," ujar jurnalis sepak bola Italia, Daniele Verri. "Juventus harus menang 4-0 dan Atalanta butuh kemenangan 3-0. [Jika mereka semua tersingkir] itu akan menjadi sebuah bencana total bagi klub-klub kami."

Menurut pengamat, masalah yang dihadapi Serie A bersifat struktural. Kritik utama tertuju pada intensitas permainan yang dinilai terlalu lambat dibandingkan standar Eropa modern. 

Mantan pelatih, Claudio Ranieri, bahkan menyoroti perbedaan mendasar dalam pola latihan. 

"Orang-orang tidak berlatih lebih banyak di Italia. Mereka hanya melakukannya dengan intensitas berbeda, dan kemudian mereka mempertahankan intensitas itu selama pertandingan," ujar Ranieri seperti dikutip Verri. "Kami bermain lambat, dan di Eropa Anda akan menderita."

Selain isu taktis, ketergantungan pada pemain senior dan minimnya kontribusi akademi menjadi sorotan. 

Pakar sepak bola Eropa, Julien Laurens, menilai klub-klub Serie A kini kalah bersaing dalam hal pemanduan bakat dan pengembangan pemain muda dibandingkan klub-klub seperti Sporting CP atau Club Brugge.

"Akademi di Italia tidak memproduksi cukup pemain yang layak untuk masuk tim utama. Cara mereka menghabiskan uang bukanlah apa yang biasa kita lihat dari klub-klub Italia," tambah Laurens.

Situasi ini diperparah dengan eksodus pemain bintang ke luar negeri, termasuk ke liga-liga baru yang menawarkan gaji lebih besar. 

Di tengah keterpurukan ini, publik Italia kini menanti apakah Juventus atau Atalanta mampu membalikkan keadaan, atau justru Serie A harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari panggung utama Eropa musim ini. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya