Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

UEFA Jatuhkan Larangan Bertanding Sementara pada Gianluca Prestianni Terkait Kasus Rasialisme

Basuki Eka Purnama
24/2/2026 03:35
UEFA Jatuhkan Larangan Bertanding Sementara pada Gianluca Prestianni Terkait Kasus Rasialisme
Penyerang Benfica Gianluca Prestianni menutupi mulutnya saat melontarkan pernyataan yang diduga rasis terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior di laga leg pertama playoff Liga Champions.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

BADAN sepak bola Eropa, UEFA, resmi menjatuhkan hukuman larangan tampil sementara kepada penyerang sayap Benfica, Gianluca Prestianni. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi selama masa investigasi berlangsung, menyusul dugaan tindakan rasialisme yang ditujukan kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior.

Dugaan insiden tersebut terjadi pada pertandingan leg pertama play-off Liga Champions, pekan lalu. 

Dalam laga tersebut, Vinicius menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasial. Namun, pemain berkebangsaan Argentina tersebut secara tegas membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Sebagai tindak lanjut, UEFA menunjuk seorang inspektur etika dan disiplin untuk melakukan penyelidikan mendalam. 

Berdasarkan laporan media Spanyol Marca, hukuman sementara ini perlu diberlakukan menyusul permintaan dari Inspektur Etika dan Disiplin UEFA (EDI).

Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan, "Komite Etika dan Disiplin (CEDB), hari ini, memutuskan untuk menangguhkan sementara Gianluca Prestianni dari pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya yang seharusnya ia ikuti, karena dugaan pelanggaran Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA (DR) terkait perilaku diskriminatif."*

Pihak Benfica menyatakan penyesalannya atas absennya Prestianni selama proses investigasi ini. 

Meski demikian, pihak klub telah mengonfirmasi bahwa mereka akan mengajukan banding terhadap keputusan UEFA tersebut. 

Kendati demikian, manajemen Benfica mengakui bahwa langkah hukum ini kemungkinan besar tidak akan cukup cepat untuk membatalkan skorsing Prestianni pada pertandingan leg kedua di Madrid yang akan berlangsung pada Kamis (26/2) dini hari WIB.

UEFA menegaskan bahwa larangan sementara ini merupakan prosedur standar dan tidak mendahului keputusan akhir. 

"Hal ini tidak mengurangi keputusan apa pun yang mungkin diambil oleh badan disiplin UEFA selanjutnya setelah selesainya penyelidikan yang sedang berlangsung dan penyerahannya kepada badan disiplin UEFA," tambah pernyataan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat aturan disiplin UEFA sangat ketat terhadap perilaku diskriminatif di lapangan. 

Apabila nantinya investigasi terbukti menyatakan pemain tersebut bersalah, Prestianni berpotensi menghadapi sanksi berat berupa larangan bermain hingga 10 pertandingan. 

Publik kini menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dari badan disiplin UEFA yang akan menentukan kelanjutan karier Prestianni di kompetisi Eropa musim ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya