Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Katakan tidak kepada Rasisme

Suryopratomo
20/2/2026 05:00
Katakan tidak kepada Rasisme
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Seno)

SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan. FIFA mengadopsi hukuman yang keras kepada individu, baik itu penonton maupun pemain serta klub yang terbukti melakukan tindakan diskriminasi dan rasisme. Kampanye yang digunakan sangat tegas, 'Kick it out'.

Wasit menjadi penentu ketika ada tindakan rasisme yang terjadi di lapangan. Ia akan memberikan tanda silang dengan kedua tangannya, yang berarti menghentikan sementara pertandingan dan bahkan menghentikan seterusnya apabila tindakan rasisme terus berlanjut.

Seorang pemain yang terbukti melakukan rasisme akan dijatuhi sanksi 10 kali larangan bermain. Apabila itu dilakukan oleh klub, akan dinyatakan kalah 0-3. Kalau itu dilakukan oleh penonton di dalam stadion, pertandingan dihentikan dan selanjutnya klub tersebut hanya boleh memainkan pertandingan tanpa penonton.

Oleh karena itu, edukasi antirasisme menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pembinaan sepak bola. Setiap klub wajib mengajarkan kepada semua pemangku kepentingan untuk menghormati hak asasi dan tidak menoleransi rasisme.

Isu rasisme meruak Rabu lalu di ajang Liga Champions, saat Benfica menjamu Real Madrid. Penyerang Benfica, Gianluca Prestianni, dituduh mengucapkan kata rasis kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, di awal babak kedua.

Insiden terjadi setelah Vini mencetak gol kemenangan Real Madrid di menit ke-55. Penyerang asal Brasil itu seperti biasa berlari ke sudut lapangan dan menari di depan tiang bendera tendangan sudut.

Tindakan Vini dinilai wasit memprovokasi penonton sehingga ia diberi kartu kuning. Ketika penyerang Los Blancos itu mempertanyakan keputusan wasit, Prestianni ikut mendekat ke arah Vini dan menurut penyerang asal Brasil itu mengucapkan kata 'momo' atau monyet.

Vini yang tidak menerima ucapan itu segera berlari ke arah wasit dan mengadukan tindakan rasis pemain asal Argentina tersebut. Wasit yang tidak melihat kejadian langsung kemudian menyilangkan kedua tangannya untuk menghentikan pertandingan dan memeriksa tindakan tersebut.

 

MOURINHO TERSUDUT 

Pelatih Benfica Jose Mourinho kini menjadi pusat perhatian karena dinilai tidak ikut mendidik anak asuhnya. Apalagi pelatih yang pernah dijuluki 'the Special One' itu dianggap permisif dan bahkan meminta Vini untuk tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Kejadian seperti ini bukan baru pertama kali dihadapi Vini. Ini sesuatu yang biasa saja,” ujar Mourinho yang pernah menangani Real Madrid.

Sikap pelatih flamboyan asal Portugal itu dianggap tidak mendidik. Mourinho dinilai akan semakin memperparah rasisme di sepak bola. Seharusnya ia tidak menoleransi dan yang pertama menghukum pemainnya.

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengecam tindakan rasis kepada anak asuhnya. Ia menilai tindakan yang dilakukan pemain Benfica itu tidak bisa dibiarkan dan harus dijatuhi sanksi.

Vini sendiri menilai Prestianni sebagai seorang pengecut. Apalagi ia melontarkan ucapan itu sambil menutup mulutnya. Namun, Vini mendengar jelas kata-kata yang diucapkan pemain Benfica tersebut.

Penghormatan kepada kemanusiaan harus dijunjung tinggi. Apalagi sepak bola merupakan olahraga yang universal dan paling populer dikenal oleh umat manusia di muka bumi.

Setiap manusia tidak pernah bisa memilih dilahirkan dari orangtua siapa dan di negara yang mana. Manusia harus menerima dilahirkan dengan kulit berwarna apa pun dan hanya bisa berupaya untuk menjadi pribadi yang berguna.

Hubungan antarmanusia menjadi bermasalah ketika ada kelompok yang merasa lebih tinggi dan mulia daripada yang lain. Dalam kehidupan yang lebih besar, kita melihat bangsa Israel yang selalu merasa sebagai bangsa pilihan sehingga menindas bangsa lain seperti bangsa Palestina.

Penghentian sikap diskriminatif harus diupayakan agar tidak terjadi penindasan atau pelecehan kepada pihak yang lain. Olahraga merupakan sarana yang paling efektif untuk menanamkan sikap egaliter.

 

DIUNTUNGKAN 

Di ajang Liga Primer Inggris, peluang Manchester City hidup lagi untuk mengangkat piala setelah Arsenal dipaksa bermain imbang 2-2 oleh tuan rumah Wolverhampton Wanderers. Apabila Sabtu malam besok tim asuhan Josep Guardiola mampu menundukkan tamunya, Newcastle United, selisih perbedaan poin dengan Arsenal tinggal terpaut dua saja.

Arsenal harus melewati perjalanan yang terjal dalam tiga pekan terakhir ini. Minggu lusa, tim asuhan Mikel Arteta harus bertandang lagi ke kandang musuh bebuyutan Tottenham Hotspur dan sepekan kemudian akan ditantang Chelsea.

Dua kali hasil imbang yang dialami Arsenal merupakan kesempatan emas bagi the Citizens untuk memberi tekanan yang lebih berat kepada the Gunners. Jam terbang Pep Guardiola yang tinggi membuat dirinya bisa lebih tenang dalam menyusun tim dan menggariskan strategi yang jitu menjelang akhir kompetisi seperti sekarang ini.

Kemenangan 2-1 atas Liverpool di Anfield menjadi bukti kehebatan Pep Guardiola. Kemenangan Kamis pekan lalu atas Fulham dan Salford City di ajang Piala FA menggambarkan bahwa the Citizens sudah kembali ke permainan terbaik mereka.

Kehadiran bek terbaik Inggris, Marc Guehi, membuat pertahanan Manchester City lebih kokoh. Satu lagi pemain yang mengubah permainan the Citizens ialah kehadiran penyerang baru yang didapat dari transfer musim dingin, Antoine Semenyo. Penyerang asal Gana itu mampu menutup kemandulan ujung tombak Erling Haaland. Ia sudah menyumbangkan tiga gol dari lima kali penampilan untuk Manchester City.

Meski demikian, Pep Guardiola harus berhati-hati karena Newcastle merupakan kuda hitam. Memang di musim sekarang ini, prestasi mereka seperti roller-coaster. Namun, pelatih Eddie Howe memiliki materi pemain yang bisa mengejutkan lawan.

Playmaker Bruno Guimaraes merupakan pemain yang bisa mengubah pertandingan. Visi permainan yang luas dan ketajaman melihat peluang membuat gelandang asal Brasil itu bisa menciptakan peluang matang bagi Anthony Gordon atau Harvey Barnes.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya