Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG Real Madrid, Kylian Mbappe, melontarkan kritik pedas terhadap pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul insiden dugaan rasisme yang menimpa Vinicius Junior dalam laga play-off Liga Champions di Estadio da Luz. Mbappe menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak memiliki tempat di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Insiden ini meledak sesaat setelah Vinicius mencetak gol pembuka yang spektakuler. Ketegangan antara para pemain memuncak hingga wasit Francois Letexier harus mengaktifkan protokol anti-rasisme dan menghentikan pertandingan selama sekitar 10 menit.
Mbappe, yang tampak paling geram saat insiden terjadi, memberikan kesaksian gamblang mengenai apa yang ia dengar di atas lapangan hijau.
"Apa yang saya lihat sangat jelas: pemain nomor 25 (Prestianni) telah mengatakan kepada Vini sebanyak lima kali, 'Kamu adalah monyet'. Pada akhirnya, setiap orang akan memiliki pendapatnya masing-masing... tetapi tugas kami adalah memberikan informasi sebanyak mungkin. Kita tidak bisa menerima perilaku seperti ini," ujar Mbappe kepada Movistar+.
Mbappe juga menyoroti tindakan Prestianni yang mencoba menutupi mulutnya dengan jersey saat melontarkan ucapan tersebut untuk menghindari pantauan kamera. "Analisis wajahnya, lihat wajahnya; wajahnya tidak berbohong. Dia cerdik, dia menutupi bibirnya dengan baju agar kita tidak bisa melihat apa yang dia katakan. Tapi sikapnya menunjukkan segalanya."
Selama jeda pertandingan yang berlangsung 10 menit, para pemain Real Madrid sempat mempertimbangkan untuk benar-benar meninggalkan lapangan sebagai bentuk solidaritas terhadap Vinicius.
"Kami sempat berpikir untuk pergi, itulah sebabnya kami meninggalkan lapangan (saat jeda). Saya bertanya kepada Vini: 'Apa yang ingin kamu lakukan?'. Saya katakan padanya, 'Apapun yang ingin kamu lakukan, kami akan melakukannya sebagai tim'. Karena saya sudah mengatakan bahwa kami tidak akan pernah membiarkannya sendirian," tegas kapten timnas Prancis tersebut.
Bagi Mbappe, insiden ini bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan soal teladan bagi generasi mendatang. Ia menilai pemain yang tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan tidak layak bermain di kompetisi yang menjadi impian banyak anak di dunia.
"Kita harus memberi contoh bagi anak-anak. Ini adalah Liga Champions... ada hal-hal yang tidak bisa kita terima karena dunia sedang memperhatikan kita. Seseorang yang berperilaku seperti ini harus dikatakan (salah). Dia tidak pantas bermain di kompetisi terbaik di Eropa. Biarkan UEFA yang mengambil keputusan."
Meski Jose Mourinho menyatakan bahwa Prestianni membantah tuduhan tersebut, aktifnya protokol anti-rasisme di lapangan memastikan bahwa UEFA akan melakukan investigasi mendalam terhadap kasus serius ini. (Football-Espana/Z-2)
Vinicius Junior kembali menjadi korban dugaan rasisme saat Real Madrid menghadapi Benfica. Kali ini, pelaku diduga merupakan pemain lawan di lapangan.
Bintang Real Madrid, Fede Valverde, mengecam dugaan rasisme terhadap Vinicius Jr di Liga Champions. Ia memuji soliditas tim dan mengancam aksi walk-out di masa depan.
Laga Benfica vs Real Madrid sempat dihentikan 10 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasis.
Real Madrid amankan kemenangan 1-0 atas Benfica lewat gol spektakuler Vinicius Jr. Laga diwarnai aksi rasisme, penghentian pertandingan, hingga pengusiran Jose Mourinho.
Sepanjang pertandingan, suara cemoohan terdengar dari tribun Santiago Bernabeu. Dua pemain yang menjadi sasaran utama kritik pendukung adalah Vinicius Junior dan Jude Bellingham
Vinicius Junior kembali menjadi korban dugaan rasisme saat Real Madrid menghadapi Benfica. Kali ini, pelaku diduga merupakan pemain lawan di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved