Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG Real Madrid, Kylian Mbappe, melontarkan kritik pedas terhadap pemain sayap Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul insiden dugaan rasisme yang menimpa Vinicius Junior dalam laga play-off Liga Champions di Estadio da Luz. Mbappe menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak memiliki tempat di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Insiden ini meledak sesaat setelah Vinicius mencetak gol pembuka yang spektakuler. Ketegangan antara para pemain memuncak hingga wasit Francois Letexier harus mengaktifkan protokol anti-rasisme dan menghentikan pertandingan selama sekitar 10 menit.
Mbappe, yang tampak paling geram saat insiden terjadi, memberikan kesaksian gamblang mengenai apa yang ia dengar di atas lapangan hijau.
"Apa yang saya lihat sangat jelas: pemain nomor 25 (Prestianni) telah mengatakan kepada Vini sebanyak lima kali, 'Kamu adalah monyet'. Pada akhirnya, setiap orang akan memiliki pendapatnya masing-masing... tetapi tugas kami adalah memberikan informasi sebanyak mungkin. Kita tidak bisa menerima perilaku seperti ini," ujar Mbappe kepada Movistar+.
Mbappe juga menyoroti tindakan Prestianni yang mencoba menutupi mulutnya dengan jersey saat melontarkan ucapan tersebut untuk menghindari pantauan kamera. "Analisis wajahnya, lihat wajahnya; wajahnya tidak berbohong. Dia cerdik, dia menutupi bibirnya dengan baju agar kita tidak bisa melihat apa yang dia katakan. Tapi sikapnya menunjukkan segalanya."
Selama jeda pertandingan yang berlangsung 10 menit, para pemain Real Madrid sempat mempertimbangkan untuk benar-benar meninggalkan lapangan sebagai bentuk solidaritas terhadap Vinicius.
"Kami sempat berpikir untuk pergi, itulah sebabnya kami meninggalkan lapangan (saat jeda). Saya bertanya kepada Vini: 'Apa yang ingin kamu lakukan?'. Saya katakan padanya, 'Apapun yang ingin kamu lakukan, kami akan melakukannya sebagai tim'. Karena saya sudah mengatakan bahwa kami tidak akan pernah membiarkannya sendirian," tegas kapten timnas Prancis tersebut.
Bagi Mbappe, insiden ini bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan soal teladan bagi generasi mendatang. Ia menilai pemain yang tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan tidak layak bermain di kompetisi yang menjadi impian banyak anak di dunia.
"Kita harus memberi contoh bagi anak-anak. Ini adalah Liga Champions... ada hal-hal yang tidak bisa kita terima karena dunia sedang memperhatikan kita. Seseorang yang berperilaku seperti ini harus dikatakan (salah). Dia tidak pantas bermain di kompetisi terbaik di Eropa. Biarkan UEFA yang mengambil keputusan."
Meski Jose Mourinho menyatakan bahwa Prestianni membantah tuduhan tersebut, aktifnya protokol anti-rasisme di lapangan memastikan bahwa UEFA akan melakukan investigasi mendalam terhadap kasus serius ini. (Football-Espana/Z-2)
VINICUS Junior membawa Los Blancos berhasil menang dalam pertandingan Real Madrid vs Benfica dengan skor 2-1 di Bernabeu, 3-1, Rabu (25/2) dan melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
BEK Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengecam keras dugaan rasisme yang dialami rekan setimnya, Vinicius Junior, saat Los Blancos menang 1-0 atas SL Benfica.
Hasil Real Madrid vs Benfica berakhir 2-1 (Agregat 3-1). Vinicius Jr dan Tchouameni kirim pesan anti-rasisme kuat di Santiago Bernabeu. Simak laporannya!
Gianluca Prestianni ikut berlatih bersama rekan setimnya di Madrid, Selasa (24/2), meskipun saat ini ia tengah menjalani sanksi larangan bermain satu pertandingan dari UEFA.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
UEFA resmi menunjuk penyelidik khusus untuk mendalami dugaan penghinaan rasial yang dilakukan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved