Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
BEK Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengecam keras dugaan rasisme yang dialami rekan setimnya, Vinicius Junior, saat Los Blancos menang 1-0 atas SL Benfica pada leg pertama playoff Liga Champions, Rabu (18/2), di Lisbon.
Pertandingan sempat terhenti lebih dari 10 menit setelah Vinicius melaporkan gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, atas dugaan ucapan bernada rasis. Insiden itu terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol tunggal penentu kemenangan pada menit ke-50.
“Itu menjijikkan. Apa yang terjadi malam ini adalah aib bagi sepak bola. Itu merusak malam kami sebagai tim,” ujar Alexander-Arnold, mantan bek Liverpool yang kini memperkuat Madrid.
Pemain Madrid lainnya, Kylian Mbappe, bahkan meminta agar Prestianni dijatuhi sanksi larangan bermain.
“Kami tidak bisa menerima ada pemain yang tampil di kompetisi terbaik Eropa dan berperilaku seperti itu,” kata kapten timnas Prancis tersebut.
“Orang itu tidak pantas bermain lagi di Liga Champions," tambahnya.
Kontroversi bermula ketika Vinicius merayakan golnya di depan pendukung tuan rumah. Selebrasi tersebut memicu reaksi keras dari sebagian pemain dan suporter Benfica.
Setelah terlibat adu argumen dengan Prestianni, Vinicius menghampiri wasit Francois Letexier dan mengaku disebut mono alias kata dalam bahasa Spanyol yang berarti monyet. Gelandang Madrid, Aurelien Tchouameni, membenarkan Vinicius merasa dihina dengan sebutan tersebut.
Namun, pelatih Benfica Jose Mourinho menyatakan anak asuhnya membantah tudingan rasisme. Ia justru menilai selebrasi Vinicius memancing emosi publik tuan rumah.
“Jika mencetak gol seperti itu, rayakanlah dengan cara yang penuh hormat,” ujar Mourinho, yang juga diusir wasit di akhir laga karena memprotes agar Vinicius menerima kartu kuning kedua.
“Ada sesuatu yang salah karena setiap kali Vinicius bermain di stadion mana pun, selalu ada kejadian," imbuh Mourinho.
Kapten Madrid, Federico Valverde, menyatakan bangga terhadap sikap Vinicius dan rekan-rekannya. Dia turut memuji karena tim tetap fokus memainkan laga.
“Saya tidak tahu persis apa yang dikatakan, tetapi rekan-rekan yang berada di dekatnya bilang dia mengatakan sesuatu yang buruk, sesuatu yang tidak pantas,” ujarnya kepada Movistar.
Insiden tersebut turut memicu ketegangan di bangku cadangan kedua tim. Bahkan, salah satu staf Madrid diganjar kartu merah. Seusai penerapan protokol antirasisme oleh wasit, laga dilanjutkan dan Madrid mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Vinicius, 25, memang kerap menjadi sasaran pelecehan rasial selama berkarier di Spanyol. Pada Juni tahun lalu, empat pendukung Atletico Madrid dijatuhi hukuman penjara bersyarat setelah menggantung boneka menyerupai Vinicius di sebuah jembatan dalam kasus yang dinyatakan sebagai kejahatan kebencian.
Pada Mei 2023, dia juga terlibat konfrontasi dengan suporter di Stadion Mestalla, markas Valencia, akibat ejekan rasial. (AFP/H-3)
Meski saat ini masih terdaftar sebagai pemain akademi Al-Nassr, kehadiran Ronaldo Jr. di pusat latihan Los Blancos memicu spekulasi kuat mengenai kepindahannya dalam waktu dekat.
Meski kontraknya saat ini masih berlaku hingga 2027, Vinicius Junior memastikan bahwa Real Madrid tetap menjadi prioritas utama dalam kariernya.
Real Madrid memenangi Derby Madrid yang sengit dengan skor 3-2. Vinicius Junior borong dua gol, sementara Fede Valverde harus diusir wasit di menit akhir.
Real Madrid butuh kemenangan untuk menjaga asa juara La Liga, sementara Atletico Madrid sedang dalam tren positif dengan empat kemenangan beruntun.
Cedera ini terjadi saat Thibaut Courtois membela Los Blancos dalam laga krusial leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City, tengah pekan ini.
Pertemuan antara Real Madrid dan Bayern Munchen menjadi sorotan utama, mengingat keduanya merupakan tim dengan koleksi trofi terbanyak yang tersisa di kompetisi ini.
Sinopsis film A Time to Kill (1996), drama hukum tentang rasisme, keadilan, dan perjuangan seorang ayah. Ulasan singkat & fakta menarik.
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved