Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Pemain Madrid Kecam Rasisme terhadap Vinicius Junior

Dhika Kusuma Winata
18/2/2026 17:07
Pemain Madrid Kecam Rasisme terhadap Vinicius Junior
Pemain Real Madrid, Vinicius Junior.(Dok. AFP/Marcou)

BEK Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengecam keras dugaan rasisme yang dialami rekan setimnya, Vinicius Junior, saat Los Blancos menang 1-0 atas SL Benfica pada leg pertama playoff Liga Champions, Rabu (18/2), di Lisbon.

Pertandingan sempat terhenti lebih dari 10 menit setelah Vinicius melaporkan gelandang Benfica, Gianluca Prestianni, atas dugaan ucapan bernada rasis. Insiden itu terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol tunggal penentu kemenangan pada menit ke-50.

“Itu menjijikkan. Apa yang terjadi malam ini adalah aib bagi sepak bola. Itu merusak malam kami sebagai tim,” ujar Alexander-Arnold, mantan bek Liverpool yang kini memperkuat Madrid.

Pemain Madrid lainnya, Kylian Mbappe, bahkan meminta agar Prestianni dijatuhi sanksi larangan bermain.

“Kami tidak bisa menerima ada pemain yang tampil di kompetisi terbaik Eropa dan berperilaku seperti itu,” kata kapten timnas Prancis tersebut.

“Orang itu tidak pantas bermain lagi di Liga Champions," tambahnya.

Kontroversi bermula ketika Vinicius merayakan golnya di depan pendukung tuan rumah. Selebrasi tersebut memicu reaksi keras dari sebagian pemain dan suporter Benfica.

Setelah terlibat adu argumen dengan Prestianni, Vinicius menghampiri wasit Francois Letexier dan mengaku disebut mono alias kata dalam bahasa Spanyol yang berarti monyet. Gelandang Madrid, Aurelien Tchouameni, membenarkan Vinicius merasa dihina dengan sebutan tersebut.

Namun, pelatih Benfica Jose Mourinho menyatakan anak asuhnya membantah tudingan rasisme. Ia justru menilai selebrasi Vinicius memancing emosi publik tuan rumah.

“Jika mencetak gol seperti itu, rayakanlah dengan cara yang penuh hormat,” ujar Mourinho, yang juga diusir wasit di akhir laga karena memprotes agar Vinicius menerima kartu kuning kedua.

“Ada sesuatu yang salah karena setiap kali Vinicius bermain di stadion mana pun, selalu ada kejadian," imbuh Mourinho.

Kapten Madrid, Federico Valverde, menyatakan bangga terhadap sikap Vinicius dan rekan-rekannya. Dia turut memuji karena tim tetap fokus memainkan laga.

“Saya tidak tahu persis apa yang dikatakan, tetapi rekan-rekan yang berada di dekatnya bilang dia mengatakan sesuatu yang buruk, sesuatu yang tidak pantas,” ujarnya kepada Movistar.

Insiden tersebut turut memicu ketegangan di bangku cadangan kedua tim. Bahkan, salah satu staf Madrid diganjar kartu merah. Seusai penerapan protokol antirasisme oleh wasit, laga dilanjutkan dan Madrid mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.

Vinicius, 25, memang kerap menjadi sasaran pelecehan rasial selama berkarier di Spanyol. Pada Juni tahun lalu, empat pendukung Atletico Madrid dijatuhi hukuman penjara bersyarat setelah menggantung boneka menyerupai Vinicius di sebuah jembatan dalam kasus yang dinyatakan sebagai kejahatan kebencian. 

Pada Mei 2023, dia juga terlibat konfrontasi dengan suporter di Stadion Mestalla, markas Valencia, akibat ejekan rasial. (AFP/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya