Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN FIFA, Gianni Infantino, memberikan sinyal optimisme tinggi menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Meski turnamen baru akan dibuka pada 12 Juni mendatang, ia mengklaim seluruh tiket pertandingan dipastikan akan terjual habis (sold-out*, menyusul antusiasme global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam wawancara dengan CNBC, Infantino mengungkapkan bahwa permintaan tiket untuk edisi perdana dengan format 48 tim ini sangat luar biasa.
Hanya dalam waktu empat pekan, FIFA mencatat ada 508 juta permintaan tiket, padahal kapasitas yang tersedia hanya sekitar 7 juta kursi.
“Permintaannya ada. Setiap pertandingan terjual habis,” ujar Infantino.
“Kami belum pernah melihat hal seperti ini, luar biasa,” tambahnya, merujuk pada data fase penjualan Januari lalu yang diikuti oleh calon penonton dari lebih dari 200 negara.
Di balik euforia tersebut, bayang-bayang harga tiket yang melambung tinggi menjadi isu panas.
Kelompok suporter, termasuk Football Supporters Europe, melontarkan kritik tajam dan menyebut kebijakan harga ini sebagai “pengkhianatan besar” terhadap penggemar sepak bola.
Lonjakan harga paling ekstrem terlihat di pasar penjualan kembali (resale). Per 11 Februari, tiket Kategori 3 untuk laga pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca dibanderol seharga US$5.324, naik drastis dari harga resmi awal yang sebesar US$895.
Kondisi lebih mencengangkan terjadi pada partai final di East Rutherford, New Jersey. Tiket Kategori 3 yang harga aslinya US$3.450, diiklankan hingga US$143.750 di situs resale, atau meningkat lebih dari 41 kali lipat.
Menanggapi hal ini, Infantino menjelaskan bahwa dinamika harga tersebut dipengaruhi oleh sistem pasar di Amerika Serikat.
“Harga tiket sudah ditetapkan, tetapi di AS ada sistem dynamic pricing, artinya harga bisa naik atau turun,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa platform resmi memungkinkan penjualan kembali yang mengikuti mekanisme pasar saat ini.
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini diproyeksikan menjadi mesin ekonomi raksasa.
FIFA menargetkan pendapatan lebih dari US$11 miliar, yang menurut Infantino akan diinvestasikan kembali ke 211 negara anggota untuk pengembangan sepak bola.
Bagi tuan rumah, dampaknya tidak kalah fantastis. Ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan mendapat suntikan sekitar US$30 miliar dari sektor pariwisata, katering, hingga keamanan.
Turnamen ini juga diprediksi akan menarik hingga 30 juta wisatawan dan menciptakan 185 ribu lapangan kerja baru.
“Dampaknya sangat besar. Saya berharap dampak ini tidak hanya terbatas pada Piala Dunia, tetapi juga untuk masa depan,” tutup Infantino.
Bagi para penggemar yang belum mendapatkan akses, FIFA masih menyimpan sebagian kuota tiket untuk fase penjualan terakhir yang dijadwalkan mulai pada April mendatang. (Ant/Z-1)
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter sebut kepemimpinan Gianni Infantino sebagai diktator dan jadi alat politik Donald Trump jelang Piala Dunia 2026. Simak kritik pedasnya.
Presiden FIFA Gianni Infantino jamin keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko tetap kondusif meski ada gejolak kartel pascatewasnya gembong narkoba El Mencho.
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan ke ICC atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Palestina.
PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry mengaku tidak mengetahui kehadiran Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pertemuan perdana Board of Peace.
Keputusan timnas Iran untuk mundur dari Piala Dunia 2026 merupakan respons langsung terhadap serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran pada pekan lalu.
Sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berkomitmen memastikan akses tontonan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Perusahaan teknologi raksasa, Lenovo, resmi memperkenalkan Football AI Pro, sebuah asisten asisten pintar yang dirancang khusus untuk mendukung 48 tim peserta Piala Dunia 2026.
Langkah FIFA menggandeng Lenovo ini diambil guna mengatasi tantangan logistik dan operasional yang diprediksi menjadi yang tersulit dalam sejarah turnamen sepak bola jagat raya tersebut.
Sesuai jadwal, timnas Irak seharusnya menghadapi pemenang laga antara timnas Suriname atau timnas Bolivia di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved