Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Gianni Infantino Optimistis Tiket Piala Dunia 2026 akan Ludes Terjual

Basuki Eka Purnama
20/2/2026 10:15
Gianni Infantino Optimistis Tiket Piala Dunia 2026 akan Ludes Terjual
Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

PRESIDEN FIFA, Gianni Infantino, memberikan sinyal optimisme tinggi menjelang gelaran Piala Dunia 2026. Meski turnamen baru akan dibuka pada 12 Juni mendatang, ia mengklaim seluruh tiket pertandingan dipastikan akan terjual habis (sold-out*, menyusul antusiasme global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam wawancara dengan CNBC, Infantino mengungkapkan bahwa permintaan tiket untuk edisi perdana dengan format 48 tim ini sangat luar biasa. 

Hanya dalam waktu empat pekan, FIFA mencatat ada 508 juta permintaan tiket, padahal kapasitas yang tersedia hanya sekitar 7 juta kursi.

“Permintaannya ada. Setiap pertandingan terjual habis,” ujar Infantino. 

“Kami belum pernah melihat hal seperti ini, luar biasa,” tambahnya, merujuk pada data fase penjualan Januari lalu yang diikuti oleh calon penonton dari lebih dari 200 negara.

Kontroversi Harga dan Dynamic Pricing

Di balik euforia tersebut, bayang-bayang harga tiket yang melambung tinggi menjadi isu panas. 

Kelompok suporter, termasuk Football Supporters Europe, melontarkan kritik tajam dan menyebut kebijakan harga ini sebagai “pengkhianatan besar” terhadap penggemar sepak bola.

Lonjakan harga paling ekstrem terlihat di pasar penjualan kembali (resale). Per 11 Februari, tiket Kategori 3 untuk laga pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Azteca dibanderol seharga US$5.324, naik drastis dari harga resmi awal yang sebesar US$895.

Kondisi lebih mencengangkan terjadi pada partai final di East Rutherford, New Jersey. Tiket Kategori 3 yang harga aslinya US$3.450, diiklankan hingga US$143.750 di situs resale, atau meningkat lebih dari 41 kali lipat.

Menanggapi hal ini, Infantino menjelaskan bahwa dinamika harga tersebut dipengaruhi oleh sistem pasar di Amerika Serikat. 

“Harga tiket sudah ditetapkan, tetapi di AS ada sistem dynamic pricing, artinya harga bisa naik atau turun,” jelasnya. 

Ia juga menambahkan bahwa platform resmi memungkinkan penjualan kembali yang mengikuti mekanisme pasar saat ini.

Dampak Ekonomi dan Investasi Masa Depan

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini diproyeksikan menjadi mesin ekonomi raksasa. 

FIFA menargetkan pendapatan lebih dari US$11 miliar, yang menurut Infantino akan diinvestasikan kembali ke 211 negara anggota untuk pengembangan sepak bola.

Bagi tuan rumah, dampaknya tidak kalah fantastis. Ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan mendapat suntikan sekitar US$30 miliar dari sektor pariwisata, katering, hingga keamanan. 

Turnamen ini juga diprediksi akan menarik hingga 30 juta wisatawan dan menciptakan 185 ribu lapangan kerja baru.

“Dampaknya sangat besar. Saya berharap dampak ini tidak hanya terbatas pada Piala Dunia, tetapi juga untuk masa depan,” tutup Infantino.

Bagi para penggemar yang belum mendapatkan akses, FIFA masih menyimpan sebagian kuota tiket untuk fase penjualan terakhir yang dijadwalkan mulai pada April mendatang. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya