Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Blatter Kritik Gianni Infantino, Sebut FIFA Jadi Diktator dan Alat Politik Trump

Akmal Fauzi
26/2/2026 21:48
Blatter Kritik Gianni Infantino, Sebut FIFA Jadi Diktator dan Alat Politik Trump
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter(AFP/KARIM JAAFAR)

 

MANTAN Presiden FIFA, Sepp Blatter, melontarkan kritik pedas terhadap penerusnya, Gianni Infantino. Blatter menuding kepemimpinan Infantino telah mengubah FIFA menjadi lembaga diktator dan terlalu jauh terlibat dalam kepentingan politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam wawancara dengan media Jerman, Bild, Blatter menilai FIFA di bawah kendali Infantino tidak lagi berjalan secara demokratis. Ia menyebut kekuasaan kini terpusat sepenuhnya pada tangan satu orang.

“Apa itu FIFA saat ini? Semuanya bergantung pada presidennya, Infantino. FIFA adalah sebuah diktator. Dewan FIFA yang beranggotakan sekitar 40 orang tidak memiliki kekuatan dalam pengambilan keputusan,” ujar Blatter dikutip dari Antara, Kamis (26/2).

Blatter juga menyoroti kedekatan Infantino dengan Donald Trump menjelang Piala Dunia 2026. Menurutnya, status AS sebagai salah satu tuan rumah telah menyeret FIFA ke dalam pusaran pencitraan politik.

Ia secara eksplisit menyebut pemberian penghargaan perdamaian kepada Trump oleh FIFA hanyalah formalitas semu. Blatter menilai Trump akan memanfaatkan turnamen akbar tersebut untuk kepentingan publisitas pribadinya.

“Trump akan mengatur pertunjukan publisitas. Dia sudah melakukannya. Untuk itu, dia membutuhkan teman barunya, Presiden FIFA Gianni Infantino. Kata ‘sekutu’ lebih tepat dibandingkan teman,” tegasnya.

Selain urusan politik, Blatter mengingatkan adanya tantangan besar terkait keamanan di AS. Ia bahkan membandingkan gejolak sosial di Amerika Serikat—seperti insiden di Minneapolis—dengan kontroversi Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Saya berharap sepak bola bisa mengalahkan politik dan situasi kembali tenang ketika kompetisi dimulai di Amerika Serikat,” katanya.

Kilas Balik Kontroversi Blatter

Kritik ini muncul setelah perjalanan panjang Blatter diwarnai badai hukum. Sebagai informasi, pada September 2015, Blatter sempat dinonaktifkan menyusul penyelidikan Komite Etik FIFA yang juga menyeret nama Michel Platini.

Meski sempat dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama delapan tahun pada Desember 2015, nasib Blatter berubah di meja hijau. Pada 2025, pengadilan Swiss akhirnya menyatakan Blatter dan Platini bebas dari segala tuduhan. (Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya