Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry mengaku tidak mengetahui kehadiran Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pertemuan perdana Board of Peace. IOC akan menelusuri jika ada pelanggaran.
Infantino, yang juga tercatat sebagai anggota IOC, ikut ambil bagian dalam rapat Board of Peace di Washington, Kamis waktu setempat. Dalam forum tersebut, ia mengumumkan FIFA akan memimpin pembentukan dana senilai US$75 juta untuk membangun kembali fasilitas sepak bola di Gaza yang rusak akibat perang antara Israel dan Hamas.
Dalam kesempatan itu, Infantino tampil di atas panggung mengenakan topi merah bertuliskan USA dengan angka 45-47 merujuk pada dua periode kepresidenan Trump. Menanggapi hal tersebut, Coventry mengaku baru mengetahui informasi tersebut dari awak media.
“Saya tidak mengetahui bahwa ada anggota IOC yang berada di posisi utama seperti yang baru saja Anda sampaikan. Jadi saya belum banyak yang bisa saya komentari,” ujarnya dalam konferensi pers di ajang Olimpiade Musim Dingin.
Coventry juga menegaskan bahwa Piagam Olimpiade mengatur secara jelas standar perilaku yang diharapkan dari setiap anggotanya. Dalam Piagam Olimpiade ditegaskan setiap anggota harus senantiasa bertindak independen dari kepentingan komersial dan politik, serta dari pertimbangan ras maupun agama. Coventry menekankan IOC akan tetap menjaga netralitas politik.
“Kami akan menelusuri dugaan penandatanganan dokumen tersebut,” katanya.
“Dari sudut pandang IOC, kami akan terus bersikap netral secara politik. Itulah satu-satunya cara bagi kami sebagai organisasi untuk memastikan adanya keadilan di arena pertandingan. Itu yang akan terus kami pegang ke depan," tambahnya.
Hubungan Trump dan Infantino memang terlihat kian erat. Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia tahun ini dengan Meksiko dan Kanada. Pada Desember lalu, Infantino menganugerahkan penghargaan perdamaian perdana FIFA kepada Trump. (AFP/E-4)
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan ke ICC atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Palestina.
Hanya dalam waktu empat pekan, FIFA mencatat ada 508 juta permintaan tiket, padahal kapasitas yang tersedia hanya sekitar 7 juta kursi.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
Penganugerahan penghargaan kepada seorang pemimpin politik yang sedang menjabat adalah, dengan sendirinya, pelanggaran yang jelas terhadap tugas netralitas FIFA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved