Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Sepp Blatter Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat

Basuki Eka Purnama
28/1/2026 05:51
Sepp Blatter Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat
Trofi Piala Dunia(AFP/FRANCK FIFE)

MANTAN Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara mengejutkan menyatakan dukungannya terhadap seruan boikot pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat (AS). 

Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke negara tersebut.

Langkah Blatter ini merupakan bentuk dukungan terbuka terhadap pernyataan Mark Pieth, seorang pengacara antikorupsi asal Swiss. 

Pieth bukanlah orang asing bagi dunia sepak bola; ia pernah bekerja sama dengan FIFA dalam upaya reformasi organisasi selama masa kepemimpinan Blatter. 

Melalui pernyataan resminya, Pieth menyarankan agar penggemar sepak bola sebaiknya menghindari perjalanan ke AS selama turnamen berlangsung.

“Saya pikir Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui akun media sosialnya, mempertegas dukungannya terhadap sikap sang pengacara.

Kekhawatiran Keamanan dan Situasi Politik

Dukungan Blatter muncul di tengah meningkatnya tensi terkait isu keamanan di AS. Hal ini menyusul kabar meninggalnya Alex Pretti, warga negara AS kedua yang dilaporkan tewas pada akhir pekan lalu. 

Meski keterkaitan langsung antara insiden tersebut dengan penyelenggaraan Piala Dunia belum dijelaskan secara rinci, peristiwa ini telah memperkuat kekhawatiran publik global mengenai jaminan keselamatan selama turnamen.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Swiss Tages-Anzeiger, Pieth menyoroti kondisi sosial dan politik domestik AS sebagai poin krusial. Ia menilai adanya marjinalisasi terhadap lawan politik serta dugaan penyalahgunaan wewenang oleh otoritas imigrasi dapat mengancam rasa aman para penggemar mancanegara.

“Untuk para penggemar, satu saran saja: hindari Amerika Serikat. Anda akan mendapatkan pemandangan yang lebih baik lewat televisi,” ujar Pieth. 

Ia juga memberikan peringatan keras bahwa suporter harus siap menghadapi risiko deportasi atau dipulangkan paksa jika dianggap tidak mematuhi otoritas setempat secara mutlak.

Bayang-bayang Rivalitas Kepemimpinan

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli, dengan AS, Kanada, dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama. Namun, kritik Blatter ini juga dipandang dalam konteks rivalitasnya dengan suksesornya, Gianni Infantino.

Infantino, yang menggantikan Blatter setelah skandal besar pada 2015, dikenal memiliki hubungan dekat dengan mantan Presiden AS, Donald Trump. 

Di sisi lain, Blatter baru saja dinyatakan bebas secara definitif pada tahun lalu atas tuduhan hukum terkait pembayaran jasa konsultasi kepada mantan Presiden UEFA, Michel Platini, yang sempat menjeratnya selama bertahun-tahun.

Dengan tensi yang meningkat di luar lapangan, kesiapan AS dalam menjamin keamanan jutaan suporter kini menjadi sorotan utama menjelang kick-off turnamen terbesar di dunia tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya