Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Anatomi Big Match: Mengapa Absennya Salah Bisa Meloloskan "Monster" di Sisi Kiri Arsenal

Cahya Mulyana
08/1/2026 20:53
Anatomi Big Match: Mengapa Absennya Salah Bisa Meloloskan
Google.(jepretan layar)

KETIKA Arsenal menjamu Liverpool di Emirates Stadium Jumat (9/1) dini hari nanti, narasi publik terpaku pada satu hal: absennya Mohamed Salah. Namun, bagi para pengamat taktik, hilangnya Salah bukan sekadar soal berkurangnya jumlah gol Liverpool. Ini adalah pergeseran tektonik yang bisa menghancurkan keseimbangan permainan Arne Slot.

Berikut adalah analisis unik mengapa laga ini bisa menjadi panggung pembantaian taktis jika Liverpool tidak berhati-hati.

1. Hilangnya "Fear Factor" dan Kebebasan Bek Kiri Arsenal

Selama bertahun-tahun, siapa pun yang bermain sebagai bek kiri Arsenal, baik itu Zinchenko, Timber, atau Kiwior, memiliki satu instruksi sakral saat melawan Liverpool: "Jangan naik terlalu tinggi, ada Salah di sana."

Jumat ini, instruksi itu hilang. Tanpa Salah, bek kiri Arsenal kehilangan "rantai" yang menahan mereka. Dampaknya:

  • Overload Sisi Kiri: Gabriel Martinelli tidak akan bekerja sendirian. Ia akan mendapat dukungan penuh dari bek sayap yang melakukan overlap tanpa rasa takut.
  • Isolasi Trent Alexander-Arnold: Bek kanan Liverpool, Trent, yang sering dikritik kemampuan defensifnya, akan menghadapi situasi 2 lawan 1 (Martinelli + Bek Kiri Arsenal) sepanjang 90 menit. Ini adalah resep bencana bagi The Reds.

2. Declan Rice vs Lini Tengah "Hantu" Liverpool

Pertarungan lini tengah akan menjadi kunci, namun ada ketimpangan fisik yang mencolok. Declan Rice telah berevolusi menjadi gelandang box-to-box yang dominan musim ini.

Komparasi Lini Tengah Arsenal (Rice - Odegaard - Merino) Liverpool (Mac Allister - Szoboszlai - Gravenberch)
Fisik & Duel Udara Sangat Dominan (Unggul postur) Lemah (Rawan bola mati)
Transisi Bertahan Rapat & Terorganisir Sering meninggalkan celah di depan bek
Kreativitas Terpusat pada Odegaard Sporadis (Bergantung mood Szoboszlai)

Liverpool diprediksi akan kesulitan keluar dari tekanan (press-resistant) menghadapi fisik Rice dan Merino. Jika Liverpool kehilangan bola di area sendiri, transisi cepat Arsenal akan mematikan.

3. Emirates: Benteng Psikologis yang Belum Runtuh

Ada aspek non-teknis yang tak bisa diabaikan: aura Emirates Stadium musim 2025/2026. Mikel Arteta telah berhasil mengubah stadion ini menjadi "neraka" bagi tim tamu, mirip dengan Anfield di masa jaya Klopp.

Liverpool datang dengan beban mental ganda. Selain tertinggal 14 poin, mereka dihantui fakta bahwa mereka selalu kebobolan di menit awal dalam 3 laga tandang terakhir. Jika Arsenal mencetak gol cepat di 15 menit pertama, strategi Arne Slot bisa berantakan seketika karena mereka tidak memiliki sosok pemimpin vokal di lini depan untuk mengangkat moral tim.

Kesimpulan: Ujian Adaptasi Arne Slot

Laga ini bukan tentang siapa yang punya pemain lebih baik, tapi siapa yang bisa menutupi lubang taktisnya. Arsenal nyaris tanpa celah di kandang. Liverpool punya lubang menganga di sayap kanan (tanpa Salah) dan di sisi defensif kanan (Trent vs Martinelli).

Jika Arne Slot tidak memainkan strategi pragmatis—mungkin dengan menumpuk gelandang atau mengganti Trent lebih awal—Arsenal berpotensi tidak hanya menang, tapi mendominasi secara mutlak.

(P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya