Selasa 01 November 2022, 03:57 WIB

Polri Siapkan Perpol Pengamanan Kompetisi Olahraga Indonesia

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Polri Siapkan Perpol Pengamanan Kompetisi Olahraga Indonesia

ANTARA/Didik Suhartono
Polisi melakukan rekonstruksi tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur.

 

ANALIS Kebijakan Madya bidang Operasi Sops Polri Kombes Pol Tri Admodjo Marawasianto mengatakan Polri telah membuat Peraturan Kepolisian (Perpol) tentang pengamanan kompetisi olahraga di Indonesia agar tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, tidak terulang.

"Saat ini, telah selesai sinkronisasi dan harmonisasi di tingkat Kemenkunham. Perpol tersebut telah selesai dan mengatur terkait regulasi keamanan dan keselamatan pertandingan," kata Tri Admodjo, diunggah dalam laman PSSI, Senin (31/10).

Pernyataan itu disampaikan Tri Amodjo dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Transformasi Sepak Bola Indonesia yang digelar di Kantor PSSI, Jakarta, Senin (31/10).

Baca juga: Exco PSSI: Percepatan KLB Demi Kemanusiaan

Pertemuan yang dipimpin Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan tersebut dihadiri oleh Manajer Proyek FIFA untuk regional Asia Oseania Niko Nhouvannasak, Koordinator FIFA untuk Asia Timur dan Regional ASEAN Chen Jin, perwakilan Kemenkes, Kemendagri, KemenPUPD, dan Polri, yang mengutus Tri Admodjo Marawasianto.

Itu menjadi rapat kedua Satgas tersebut setelah yang pertama dilaksanakan pada 21 Oktober 2022.

Menurut Mochamad Iriawan, ada perkembangan yang baik dari hari ke hari terkait pekerjaan Satgas itu.

"Setiap elemen sudah ada progres yang baik dan nantinya hasil ini akan kami sampaikan ke Presiden Joko Widodo. Tentu FIFA dan AFC sangat mendukung. PSSI berharap kami dapat selesai sesuai time line yang telah dibuat," kata dia.

Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia bertugas menemukan rumusan tentang tata kelola sepak bola di Indonesia, menyinkronkan peran juga tanggung jawab dari setiap pemangku kepentingan sepak bola (mulai dari PSSI, pemerintah dan kepolisian, sampai klub peserta dan penonton), memperbaiki manajemen infrastruktur, pengamanan dan penyelamatan, manajemen kerumunan, manajemen penonton serta edukasi sepak bola.

Rumusan tersebut nantinya akan menjadi acuan pelaksanaan laga-laga sepak bola di Indonesia agar peristiwa berdarah di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya, tidak terjadi lagi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP

Jelang Laga Kontra Ghana, Korsel Harus Tampil Lebih Klinis

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 14:34 WIB
Ghana sama sekali tidak boleh dianggap remeh oleh Korea Selatan. Pasalnya, skuad asuhan Otto Addo berhasil membuat Portugal jatuh bangun di...
AFP

Swiss Tak Gentar Nama Besar Brasil

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 12:55 WIB
BEK Timnas Swiss Nico Elvedi mengatakan bahwa timnya tidak gentar dengan kekuatan serta kualitas Brasil saat kedua tim bertemu dalam...
dok.AFP

Kecemerlangan Mbappe Janganlah Segera Berakhir

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 11:45 WIB
DUA gol Kylian Mbappe dalam kemenangan 2-1 atas Denmark, Sabtu (26/11) malam WIB menjawab kekhawatiran Prancis yang dilanda badai cedera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya