Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN FIFA Gianni Infantino mengaitkan rencana menggelar Piala Dunia setiap dua tahun dengan tragedi para pengungsi di Mediterania. Pernyataan Infantino itu langsung dikecam banyak pihak sehingga dia menyebut perkataannya disalahartikan,
Infantino di hadapan Persatuan Parlemen Eropa (PACE) di Strasbourg mengatakan sepak bola, saat ini, hanya bisa dnikmati oleh segelitir orang,
"Bagi warga Eropa, Piala Dunia terjadi dua kali seminggu karena para pemain terbaik bermain di sana," ujar Infantino.
"Namun, bagi penduduk dunia lainnya, mereka tidak bisa melihat pemain terbaik, tidak bisa berpartisipasi di kompetisi papan atas. Karenanya, kita harus melihat apa yang bisa dibawa oleh sepak bola dan itu lebih dari sekadar olahraga," lanjutnya.
Baca juga: Infantino Putuskan Tinggal di Doha Menjelang Piala Dunia 2022
Ide menggelar Piala Dunia setiap dua tahun, ketimbang empat tahun, yang telah ada sejak 1930, mendapatkan perlawanan dari federasi sepak bola di Eropa dan Amerika Latin serta klub-klub Eropa. Namun, ide itu didukung penuh oleh 54 federasi sepak bola di Afrika.
"Kita harus melibatkan mereka. Kita harus mencari cara melibatkan seluruh dunia, memberi harapan kepada warga Afrika sehingga mereka tidak harus menyeberangi Laut Mediterania dalam upaya mencari kehidupan yang lebih baik," ungkap Infantino.
'Kita harus memberikan kesempatan, bukan melalui amal namun dengan melibatkan seluruh dunia," imbuhnya.
Pernyataan Infantino itu langsung dikecam di media sosial.
"Rekan-rekan saya di Human Rights Watch mewawancarai pengungsi dari brebagai penjuru dunia hampit setiap hari. Kami mencatat alasan mengapa mereka melarikan diri dari negara mereka. Tidak pernah mereka menyebut alasan mereka adalah Piala Dunia," cibir Direktur Media HRW Andrew Stroehlein di Twitter.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pendukung Sepak Bola Eropa Ronan Evain juga langsung mengecam pernyataan Infantino itu.
"Seberapa rendah Infantino akan pergi? Menjadikan kematian para imigran di Mediterania untuk menjual ide megalomanianya benar-benar tidak bisa dipercaya," kecamnya. (AFP/OL-1)
Pembenahan ini menjadi prasyarat mutlak agar Indonesia memiliki peluang realistis menembus panggung Piala Dunia, setidaknya pada edisi 2034.
Sepp Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke AS.
Meski tidak menyandang status sebagai tim unggulan utama, Ronald Koeman yakin timnas Belanda mampu berbicara banyak dan mengejutkan di Piala Dunia 2026.
Bagi Thomas Tuchel, kesuksesan di turnamen besar sangat bergantung pada atmosfer di dalam kamp latihan.
FIFA PASS resmi hadir untuk mempermudah visa Amerika Serikat bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. Simak fitur, cara kerja, dan syaratnya di sini.
Pengetatan visa Donald Trump mengancam trafik suporter di Miami sebagai host Piala Dunia 2026. Simak dampak ekonomi dan skema FIFA PASS di sini.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
Penganugerahan penghargaan kepada seorang pemimpin politik yang sedang menjabat adalah, dengan sendirinya, pelanggaran yang jelas terhadap tugas netralitas FIFA.
TImnas Curacao resmi menorehkan sejarah besar dalam dunia sepak bola setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya.
Pemerintahan Trump meluncurkan sistem visa jalur cepat bagi pemegang tiket Piala Dunia 2026. Meski demikian, pemegang tiket tetap bisa ditolak masuk AS.
FIFA berkomitmen membantu membangun kembali infrastruktur sepak bola di Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya rekonstruksi pascaperang.
Tayangan acara tersebut memperlihatkan Presiden FIFA Gianni Infantino disambut oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keduanya saling berjabat tangan dan berbincang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved