Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Barcelona, Xavi mengaku stres melihat timnya kembali gagal meraih hasil positif di laga lanjutan La Liga Spanyol. Menghadapi Granada, Los Blaugrana harus puas berbagi poin setelah menuntaskan pertandingan dengan skor sama kuat, 1-1.
Luuk de Jong sejatinya membuka skor lebih dulu untuk Barca di menit ke-57. Akan tetapi, di pengujung pertandingan, Antonio Puertas mencuat untuk mengoyak gawang yang dikawal Marc-Andre ter Stegen dan memaksakan laga berakhir seri.
Selepas pertandingan, Xavi mengekspresikan kekesalannya melihat potensi kemenangan Barca digagalkan di menit-menit akhir. "Kedalaman skuad kami kurang, lalu gol pun datang, itulah hal tersulit. Setelah itu, hal yang sama sebagaimana yang terjadi di Pamplona," keluh Xavi.
"Situasi ini memerlukan kesabaran. Menguasai bola, bermain di setengah area lawan, tapi kami kehilangan bola-bola secara konyol. Kami harus introspeksi. Itu adalah kesalahan-kesalahan kami," tambahnya.
Dalam laga tersebut, Barcelona harus bermain dengan 10 orang setelah Gavi mendapat kartu meraih menit ke-79. "Sebelum kartu merah, kami mungkin saja menguncinya dan berbuat yang lebih baik lagi untuk meraih kemenangan. Pertandingan harusnya bisa diamankan dengan kemenangan 2-0," ulas Xavi.
"Kami harus kritis terhadap diri sendiri dan bertumbuh. Itu adalah hal-hal yang kami latih, tapi sulit bagi kami untuk melakukan itu semua," lanjut mantan pelatih Al Sadd tersebut.
Terkait kartu merah yang didapat Gavi, Xavi mengatakan tidak sedang membicarakan wasit. "Namun, konsekuensi-konsekuensi dari kartu merah. Anda kekurangan satu pemain dan harus menarik mundur. Itu sulit bagi kami melakukannya. Kami kecolongan tendangan penjuru dan tendangan bebas. Kami kehilangan dua poin karena kesalahan-kesalahan kami," pungkasnya. (Goal/OL-15)
Preview lengkap Levante vs Villarreal di La Liga 2026. Simak prediksi susunan pemain, statistik kunci, dan kondisi tim terbaru di Ciutat de Valencia.
Nico Williams memiliki klausul pelepasan senilai €100 juta atau setara dengan Rp1,69 triliun yang mulai aktif secara efektif pada tahun 2026.
Analisis mendalam kegagalan taktik high line defense Hansi Flick yang membuat Barcelona menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Girona.
Barcelona gagal kembali ke puncak klasemen La Liga usai kalah dari Girona. Hansi Flick hadapi tekanan berat setelah dua kekalahan beruntun yang memicu sinyal krisis.
Akibat kekalahan dari Girona, Barcelona tertahan di peringkat kedua klasemen La Liga dengan raihan 58 poin, terpaut dua poin dari Real Madrid.
Pertandingan ini menjadi momentum bagi Barcelona untuk bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Analisis mendalam kegagalan taktik high line defense Hansi Flick yang membuat Barcelona menelan dua kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Girona.
Barcelona gagal kembali ke puncak klasemen La Liga usai kalah dari Girona. Hansi Flick hadapi tekanan berat setelah dua kekalahan beruntun yang memicu sinyal krisis.
Akibat kekalahan dari Girona, Barcelona tertahan di peringkat kedua klasemen La Liga dengan raihan 58 poin, terpaut dua poin dari Real Madrid.
Pertandingan ini menjadi momentum bagi Barcelona untuk bangkit setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Pertandingan ini bukan hanya kesempatan untuk kembali ke puncak klasemen, tetapi juga momen penting untuk melupakan kekalahan menyakitkan dari Atlético Madrid di ajang Copa del Rey.
Raphinha absen dalam beberapa laga terakhir, dan kehadirannya diharapkan mampu mengembalikan ketajaman lini depan Barcelona,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved