Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN mengejutkan dilontarkan pelatih Lille, Christophe Galtier. Hanya berselang dua hari setelah mengantar Lille meraih juara Ligue1 Prancis, Galtier mengumumkan pengunduran dirinya.
Lille mengalahkan Angers 2-1 pada Senin (24/5) dini hari WIB, untuk mengamankan mahkota Prancis. Lille finis di posisi teratas Ligue 1 2020/21 dengan keunggulan satu poin atas juara bertahan Paris Saint-Germain.
Terlepas dari kesuksesan mereka, pelatih Galtier memutuskan untuk meninggalkan klub setelah menghabiskan empat tahun jabatannya di sana.
"Saya membuat keputusan. Saya memberi tahu presiden, Olivier Letang, setelah banyak mendengarkannya pagi ini, bahwa saya akan meninggalkan LOSC. Atau bahwa saya berhenti dengan LOSC, saya tidak tahu cukup istilah apa yang digunakan," kata Galtier kepada L'Equipe.
"Setelah menghabiskan empat tahun di sini, saya merasa di dalam hati bahwa inilah waktunya untuk meninggalkan klub yang indah ini, klub yang luar biasa ini. Keputusan saya tidak terkait dengan peringkat akhir tim, jika kami finis keempat atau ketujuh saya akan membuat keputusan yang sama," lanjutnya.
Galtier menambahkan dirinya pergi bukan karena setelah sukses membawa Lille juara. Ia menilai, waktu empat tahun telah cukup baginya menangani Lille.
"Saya meninggalkan Lille dengan hasil yang luar biasa, saya membutuhkan sesuatu yang lain. Saya tidak ingin terjebak dalam rutinitas, menjadi sesuatu yang klasik, seperti yang saya alami pada satu titik di Saint-Etienne," ungkapnya.
Pelatih berusia 54 tahun, yang pernah bermain untuk Lille sebagai bek dari 1987 hingga 1990, memimpin tim utama pada Desember 2017 ketika mereka terancam terdegradasi ke Ligue 2. Tapi tim dari utara Prancis selamat dari turun kasta dengan finis ke-17 dan hanya satu poin di atas zona play-off degradasi.
Namun, terjadi perubahan besar pada musim berikutnya, saat mereka menjadi runner-up di belakang PSG, kemudian mengakhiri kampanye 2019/20 di posisi keempat. (Goal/OL-15)
Lyon kini terpaut enam poin dari peringkat kedua Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG), yang baru saja menelan kekalahan dari Rennes.
Kemenangan ini tidak hanya memberikan napas lega bagi Les Diplomates, tetapi juga memperpanjang penderitaan Metz yang semakin terbenam di dasar klasemen sementara Ligue 1.
Pablo Pagis tidak hanya menjadi pemecah kebuntuan, tetapi juga menjadi motor serangan utama yang memastikan kemenangan Lorient atas Angers dengan skor meyakinkan 2-0 di laga Ligue 1.
Penyerang Issa Soumare keluar sebagai pahlawan kemenangan Le Havre atas Toulouse di laga Ligue 1 setelah memborong dua gol penentu yang memastikan poin penuh bagi timnya.
Lyon memasuki pekan ke-22 dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih lima pertandingan terakhir di liga dengan kemenangan. Tim asuhan Paulo Fonseca kini bertengger di posisi ketiga
Metz yang bertindak sebagai tuan rumah masih tertahan di posisi ke-18 klasemen dengan raihan 13 poin. Tim besutan Benoit Tavenot sedang dalam tren buruk setelah gagal memetik kemenangan
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Lille dipaksa puas berbagi angka dengan Brest setelah laga berakhir imbang 1-1.
Lille menjamu Brest di Stade Pierre-Mauroy pada pekan ke-22 Ligue 1 2025/2026. Simak prediksi skor dan kondisi tim terbaru di sini.
Hasil imbang ini tidak memberikan keuntungan berarti bagi Metz maupun Lille, yang tengah berjuang keluar dari tren negatif.
Preview lengkap Metz vs Lille di Ligue 1 2026. Analisis peluang Lille menembus zona Liga Champions dan perjuangan Metz lolos dari degradasi.
Kemenangan atas Lille semakin memperkokoh posisi Lyon di jajaran empat besar klasemen Ligue 1 sekaligus membuktikan tangan dingin Paulo Fonseca.
Akan tetapi, Calvin Verdonk dan kawan-kawan mengakhiri fase liga dengan berada di posisi 18 klasemen, mengoleksi 12 poin dari delapan pertandingan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved