Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Hak Asasi Manusia (HAM) resmi menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat kepada Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Kamis (19/2). Langkah ini diambil untuk mengakhiri kebuntuan pembahasan regulasi yang telah berlarut-larut selama bertahun-tahun.
Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan langsung draf tersebut kepada pimpinan Baleg di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pigai mengungkapkan bahwa hambatan utama pengesahan RUU ini selama ini adalah kekhawatiran akan tumpang tindih dengan undang-undang sektoral lainnya.
Presisi Regulasi dan Pencegahan Konflik
Menurut Pigai, diperlukan regulasi yang presisi agar tidak terjadi benturan hukum di lapangan, terutama terkait sektor agraria dan lingkungan.
“Selama ini RUU Masyarakat Adat selalu tertunda karena kekhawatiran berbenturan dengan undang-undang lain, seperti agraria dan lingkungan hidup. Karena itu, kami sepakat regulasi ini harus hadir secara presisi, tidak memaksakan penyesuaian total yang justru memicu konflik antarkementerian,” ujar Pigai kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa ketiadaan payung hukum yang spesifik sering kali membuat posisi masyarakat adat melemah saat berhadapan dengan negara. “Intinya, harus ada pengakuan terhadap eksistensi masyarakat adat dan masyarakat tradisional agar mereka benar-benar menjadi tuan di negerinya sendiri,” tegasnya.
Tiga Poin Utama RUU Masyarakat Adat
Kementerian HAM merumuskan tiga pilar utama dalam draf terbaru ini untuk menjamin perlindungan menyeluruh:
Usulan Komisi Nasional Masyarakat Adat
Salah satu terobosan yang ditawarkan dalam draf ini adalah pembentukan Komisi Nasional Masyarakat Adat. Lembaga ini dirancang sebagai badan independen untuk menangani sengketa yang tidak dapat diselesaikan di tingkat komunitas.
“Komisi Nasional Masyarakat Adat adalah lembaga independen. Tujuannya agar masalah masyarakat adat bisa diselesaikan secara mandiri tanpa intervensi negara yang terlalu jauh, karena selama ini ketika negara terlalu dominan, eksistensi mereka justru sering terabaikan,” jelas Pigai.
Target Pengesahan 2026
Pemerintah menargetkan pembahasan RUU ini rampung pada tahun ini dengan mengedepankan prinsip partisipasi bermakna (meaningful participation). Pigai optimis bahwa dengan diambil alihnya pembahasan oleh Baleg, prosesnya akan lebih transparan.
“Target kami tahun ini selesai. Dengan Baleg mengambil alih, pembahasan akan dilakukan secara terbuka dan transparan, melibatkan langsung komunitas masyarakat adat,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Pigai menekankan pentingnya urgensi kemanusiaan dalam RUU ini. “Ini adalah kesempatan untuk mengangkat harkat, martabat, dan dignity komunitas bangsa kita yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan hukum,” pungkasnya. (Dev/P-2)
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Dauh Peken 5, Tabanan, Bali untuk memastikan pemenuhan hak pangan bergizi anak.
KEMENTERIAN Hak Asasi Manusia (HAM) mengerahkan tenaga pendamping menyusul insiden anak sekolah dasar (SD) bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keberhasilan proses ini menunjukkan penyelesaian permasalahan dapat ditempuh secara damai dan humanis tanpa harus melalui jalur pengadilan.
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sukses menyelenggarakan Fun Run HAM dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia ke-77
Aspek HAM pada Astacita pertama merupakan komitmen yang kuat pemerintahan saat ini untuk membangun peradaban baru.
Indonesia resmi ditetapkan sebagai nominee tunggal dari kawasan Asia-Pasifik untuk menduduki posisi Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB 2026.
Menteri HAM Natalius Pigai menyebut Indonesia yang akan memimpin Dewan HAM PBB siap menangani isu Venezuela.
MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, mengakui penyusunan KUHP dan KUHAP baru, minim melibatkan kementeriannya
Menurut Pigai, ketergantungan itu terlihat jelas ketika pemerintah harus menyusun berbagai laporan HAM untuk kepentingan internasional.
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sukses menyelenggarakan Fun Run HAM dalam rangka memperingati Hari HAM Sedunia ke-77
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved