Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI dari Pusat Studi Anti Korupsi (SAKSI) Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah menjelaskan modus fee proyek yang banyak dilakukan pemerintah daerah terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wali Kota Madiun Maidi.
Pria yang akrab disapa Castro itu menilai, terdapat tiga modus yang sering digunakan oknum pemerintah mengeruk keuntungan dari dana tersebut. Modus pertama, biasanya ada gratifikasi atau fee proyek yang diterima pemerintah.
"Relasi yang terhubung antara perusahaan dan pemerintah pada akhirnya berujung pada gratifikasi atau fee proyek tertentu karena berkaitan dengan timbal balik antara izin yang dipegang perusahaan itu biasanya memang dimudahkan oleh pemegang otoritas atau pemerintah," ujar Castro ketika dihubungi, Senin (19/1).
Modus kedua, menurut Castro yakni penyalahgunaan peruntukan dana. Dana yang seharusnya dikelola untuk program sosial bagi masyarakat, justru dikonversi oleh oknum pejabat untuk kepentingan pribadi. Adapun modus ketiga ialah pengadaan proyek fiktif.
"Dana CSR diserap dari berbagai perusahaan, namun kemudian dimanipulasi oleh pemerintah melalui proyek yang sebenarnya tidak pernah ada," katanya.
Castro menegaskan bahwa korupsi ini terletak pada besarnya kekuasaan pemegang otoritas. Tanpa kontrol dan pengawasan yang ketat, pemerintah daerah memiliki kecenderungan menyalahgunakan kewenangannya demi memanipulasi pengelolaan dana CSR.
"Jantung korupsi CSR itu ada pada pemerintah sebagai pemegang otoritas. Mereka paling rentan menggunakan dana ini secara keliru karena adanya penyalahgunaan kewenangan untuk kepentingan pribadi," kata Castro.
Lemahnya sistem pengawasan membuat relasi antara pemerintah dan perusahaan pemberi CSR menjadi tidak sehat dan saling mengikat. Akibatnya, pemerintah dengan mudah memanfaatkan situasi atas nama kekuasaan untuk menyalahgunakan dana tersebut.
Ia mendorong agar proses hukum yang dilakukan KPK saat ini tidak hanya menyasar pihak pemberi, tetapi harus fokus menyentuh inti persoalan di internal pemerintahan sebagai pengelola kebijakan.
"Problemnya kemudian pemerintah sebagai pemegang otoritas tidak dikontrol dan tidak diawasi dengan baik ya relasi antara pemerintah dengan pemberi CSR terus menerus saling terikat satu sama lain. Jadi pemerintah sebagai pemegang otoritas akan dengan mudah memanfaatkan situasi ini atas nama kekuasaan menyalahgunakan dana CSR tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya. OTT tersebut terkait dugaan korupsi mengenai proyek dan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR) di Madiun, Jawa Timur. (H-4)
Kendaraan dinas yang diperiksa, di antaranya mobil dinas Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Hardianto dan mobil dinas Kepala Bagian Umum Kota Madiun.
Penyidik menemukan sejumlah bukti kasus dugaan pemerasan bermodus fee proyek dan dana CSR serta penerimaan gratifikasi di Kota Madiun.
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan surat perintah tentang penunjukan Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun.
Dalam OTT tersebut, Maidi diduga terlibat dalam praktik penerimaan fee proyek serta penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Madiun Maidi (MD) sebagai tersangka, bersama dua orang lainnya, usai operasi tangkap tangan (OTT).
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Madiun.
KPK memetakan potensi korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai muncul dugaan mark up bahan baku dapur SPPG.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggencarkan penggeledahan untuk mencari barang bukti dalam kasus dugaan pemerasan dalam proses seleksi calon perangkat desa di Kabupaten Pati.
KPK menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik dalam penggeledahan rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pati, Riyoso.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan turut mencermati polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud senilai Rp8,5 miliar yang menjadi sorotan publik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pemantauan Media Indonesia Jumat (27/2) setelah datang dan memulai penggeledahan di rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pati Riyoso di Desa Ngarus Kecamatan Pati
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved