Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjerat kepala daerah. Kali ini, Wali Kota Madiun Maidi diamankan penyidik terkait dugaan praktik rasuah yang menyeret fee proyek dan pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, penindakan tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
“Diduga terkait dengan penerimaan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Senin (19/1).
Dalam operasi senyap itu, KPK mengamankan 15 orang dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Maidi. Penyidik juga menyita uang tunai bernilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
“Tim turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” kata Budi.
Sebanyak sembilan orang, termasuk Maidi, langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT KPK.
Hasil pemeriksaan dan penetapan tersangka akan disampaikan secara resmi melalui konferensi pers KPK. (Z-10)
KPK menggelar OTT di Pati dan menangkap sejumlah pejabat daerah. Identitas dan perkara masih didalami, status hukum diumumkan dalam 1x24 jam.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
KPK sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan rasuah dana CSR di Bank Indonesia (BI).
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah lokasi di Gedung Bank Indonesia (BI). Salah satunya yakni Ruang Kerja Gubernur BI
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved