Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

PDIP Tolak Pilkada lewat DPRD, Puan Sebut Komunikasi selalu Terbuka

Rahmatul Fajri
13/1/2026 15:31
PDIP Tolak Pilkada lewat DPRD, Puan Sebut Komunikasi selalu Terbuka
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETUA DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menyebut pihaknya membuka komunikasi dengan partai politik lainnya, khususnya dalam membahas mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada). 

Puan mengatakan pihaknya menolak wacana Pilkada melalui DPRD. Ia mengatakan pihaknya akan menjalin komunikasi dengan pihak lain untuk memastikan Pilkada tetap dipilih secara langsung oleh rakyat.

"Kita akan selalu membuka komunikasi, ini juga selalu berkomunikasi, jadi komunikasi tidak pernah tertutup, kita selalu terbuka dan selalu berkomunikasi, jadi nggak pernah ada komunikasi yang tertutup, terbuka untuk selalu berkomunikasi," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Meski demikian, Puan enggan menjelaskan apakah hasil komunikasi dengan partai nantinya dilanjutkan ke pembahasan RUU Pilkada. Menurutnya, setiap partai masih memiliki waktu yang panjang dalam mengkaji dan menentukan mekanisme Pilkada.

"Kita lihat lagi nanti bagaimana komunikasinya itu berjalan, karena kan pilkadanya aja masih lama yang akan berjalan duluan itu nanti kan pileg dan pilpres, pileg dan pilpresnya aja belum," katanya.

Sebelumnya, PDIP secara tegas menolak wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah gencar membangun komunikasi intensif dengan pimpinan fraksi-fraksi partai politik lain di DPR RI guna memastikan Pilkada tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.

Ia menjelaskan bahwa sikap PDIP ini merupakan amanat resmi dari hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai. 

Menurutnya, meskipun wacana Pilkada lewat DPRD mulai bergulir, PDIP percaya bahwa kedaulatan rakyat adalah hal yang paling substansial dalam demokrasi.

"Kami intens berdialog dengan pimpinan-pimpinan fraksi, dengan partai politik. Karena pada dasarnya kan semua gagasan itu untuk Indonesia, untuk rakyat," ujar Hasto dalam konferensi persnya usai Rakernas I PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2025) malam.

Hasto menepis anggapan bahwa PDIP berjuang sendirian dalam mempertahankan mekanisme Pilkada langsung. Ia menegaskan bahwa komunikasi lintas fraksi terus berjalan untuk mencari kesamaan pandangan terkait fungsi-fungsi penyeimbang di parlemen.

"Sangat tidak benar kalau dikatakan kami sendirian, karena kami terus membangun komunikasi. Kami memberikan penjelasan tentang fungsi-fungsi penyeimbang. Di dalam demokrasi yang sehat, penyeimbang itu ada dialog, ada data, dan ada argumen," jelasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik