Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali menegaskan posisi mereka yang konsisten menolak gagasan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui mekanisme DPRD. Hal ini diutarakan Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (9/1).
Andreas menegaskan bahwa PDIP tetap pada pendiriannya meskipun partainya mungkin menjadi satu-satunya yang secara terbuka menolak usulan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sikap itu bukanlah masalah besar bagi PDIP.
“Kami di PDIP sudah memiliki pandangan yang jelas. Sikap ini kami pertahankan, dan tidak jadi soal jika kami berdiri sendiri dalam menolak pilkada melalui DPRD,” kata Andreas.
Ia menambahkan bahwa partainya terus memantau respons masyarakat terhadap gagasan ini, termasuk bagaimana dinamika politik berkembang. Andreas menyatakan, aspirasi dari berbagai elemen masyarakat sipil turut diterima oleh PDIP dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, PDIP berencana membahas isu sistem pemilihan kepala daerah ini lebih dalam pada agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dijadwalkan berlangsung pada 10-12 Januari di Ancol. Andreas menyatakan pihaknya akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat sipil untuk turut memberi masukan pada pembahasan tersebut. (E-4)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia. Ia menguraikan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya tidak mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dinamika pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Umum memasuki fase baru menyusul mencuatnya perdebatan mengenai syarat pembentukan fraksi di DPR.
Partai politik yang melenggang ke Senayan harus memiliki keterwakilan yang utuh di setiap pos kerja DPR.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Direktur IPR, Iwan Setiawan, menyebutkan alokasi anggaran umum untuk Pilkada langsung tahun 2024 saja mencapai Rp38,2 triliun.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Pilkada tak langsung bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved