Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam menangani aksi terorisme harus diposisikan sebagai fungsi pelengkap (komplementer), bukan sebagai pengganti peran aparat penegak hukum (APH). Hal ini menanggapi draf Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tugas TNI dalam Mengatasi Aksi Terorisme yang kini menjadi sorotan publik.
Dave menyatakan, meskipun penguatan kapasitas negara untuk menjaga stabilitas nasional sangat penting, pembagian kewenangan antarlembaga harus tetap berada pada koridor hukum yang tepat.
“Dalam kerangka tersebut, keterlibatan TNI harus ditempatkan secara tepat sebagai pelengkap, bukan pengganti aparat penegak hukum, serta dijalankan dengan mekanisme akuntabilitas yang transparan,” ujar Dave melalui keterangan tertulisnya, Selasa (13/1).
Menjaga Supremasi Sipil
Politikus Fraksi Partai Golkar ini mewanti-wanti agar regulasi yang disusun pemerintah tidak mencederai kehidupan demokrasi. Ia menegaskan pentingnya menghindari tumpang tindih kewenangan yang berpotensi menimbulkan polemik di lapangan.
Menurut Dave, landasan hukum peran TNI wajib bersifat proporsional serta menghormati prinsip supremasi sipil. "Ini untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun dampak negatif terhadap kehidupan demokrasi," tegasnya.
Terkait proses di parlemen, Dave mengungkapkan bahwa Komisi I belum memulai pembahasan secara resmi. DPR masih menunggu naskah resmi dari pemerintah untuk dikaji lebih mendalam.
“Komisi I DPR akan menunggu naskah resmi dari pemerintah untuk kemudian dibahas secara mendalam. Setiap regulasi yang menyangkut peran TNI harus memiliki landasan hukum yang kuat,” pungkas Dave.
Kritik dari Koalisi Masyarakat Sipil
Wacana pelibatan TNI ini merupakan mandat dari UU Nomor 5 Tahun 2018. Namun, draf aturan turunannya kerap memicu kekhawatiran terkait batasan peran militer dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system).
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan secara tegas menolak draf tersebut. Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, menilai draf Perpres ini mengandung cacat formil dan materiil yang membahayakan hak asasi manusia (HAM).
Secara formil, Ardi menjelaskan bahwa pelibatan TNI melalui Perpres bertentangan dengan TAP MPR No. VII/2000 dan UU TNI, yang mensyaratkan pengaturan perbantuan TNI melalui undang-undang.
"Secara substansi, draf Perpres ini membahayakan prinsip negara hukum. Rumusan kewenangan TNI yang luas dan tidak jelas membuka ruang penyalahgunaan di luar kepentingan pemberantasan terorisme," kata Ardi.
Ia juga menyoroti Pasal 3 dalam draf tersebut yang memuat frasa "operasi lainnya". Menurutnya, istilah tersebut bersifat multitafsir dan berisiko digunakan secara eksesif.
"Frasa 'operasi lainnya' sangat karet dan berpotensi digunakan untuk membungkam kelompok kritis, seperti mahasiswa dan buruh, dengan label terorisme. Ini memperkuat kekhawatiran akan munculnya politik ketakutan bagi masyarakat sipil," tutup Ardi. (Faj/P-2)
Bazar TNI menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga 15 persen lebih murah dari pasar untuk meringankan kebutuhan Lebaran masyarakat.
TNI tegaskan sistem peradilan militer tetap independen dan di bawah pengawasan Mahkamah Agung dalam sidang uji materi UU No. 31/1997 di Mahkamah Konstitusi.
Peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat dearah adalah wujud pengabdian Dan kecintaan TNI terhadap Rakyat dan Bangsa Indonesia.
Mabes TNI buka suara terkait beredarnya Telegram Panglima TNI mengenai status Siaga 1. Simak penjelasan Kapuspen TNI soal pengamanan objek vital nasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Persoalan terorisme merupakan kejahatan sipil yang harus ditangani polisi yang tunduk pada hukum sipil.
Kepolisian Norwegia menangkap tiga pria terkait ledakan bom di Kedubes AS, Oslo. Penyelidikan mendalami keterlibatan aktor negara asing pasca-kematian Ali Khamenei.
Konsulat AS di Toronto ditembaki orang tak dikenal. Polisi Kanada menyelidiki keterkaitan dengan konflik Timur Tengah dan dugaan adanya "sel tidur".
Dua pemuda asal Pennsylvania ditangkap setelah melempar bom rakitan (IED) berisi paku dan baut saat protes di New York. Tersangka mengaku terinspirasi ISIS.
Investigasi ledakan di Kedubes AS di Oslo terus berlanjut. Polisi rilis foto suspek berpakaian gelap dan selidiki video terkait Ali Khamenei di Google Maps.
Ketegangan protes di depan kediaman Wali Kota NYC Zohran Mamdani berujung pada pelemparan bom rakitan. Dua pria ditangkap dan mengaku terinspirasi ISIS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved