Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menegaskan tidak ada praktik jual beli jabatan dalam proses pengisian kursi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Pernyataan ini menanggapi ucapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyebut adanya praktik serupa di wilayah Bekasi, Jawa Barat.
"Bekasi mana. Di Kabupaten Bekasi tidak ada jual beli jabatan," kata Ade dikutip dari Antara, Selasa (21/10).
Ade menegaskan bahwa setiap proses rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan di Pemkab Bekasi dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia juga menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga transparansi dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam setiap tahapan seleksi pejabat.
"Di kabupaten enggak ada jual beli jabatan kan sudah didampingi KPK, kita komitmen," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut praktik jual beli jabatan masih ditemukan di sejumlah daerah, termasuk Bekasi, berdasarkan data yang dilaporkan KPK dalam tiga tahun terakhir.
"Data KPK juga mengingatkan kita dalam tiga tahun terakhir, masih banyak kasus di daerah. Suap audit BPK di Sorong dan Meranti, jual beli jabatan di Bekasi sampai proyek fiktif BUMD di Sumatera Selatan," ujar Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Ia menyoroti bahwa praktik jual beli jabatan, gratifikasi, dan intervensi pengadaan masih menjadi sumber utama kebocoran anggaran di tingkat daerah.
"KPK bilang sumber risiko ya masih itu-itu saja, jual beli jabatan, gratifikasi, intervensi pengadaan. Padahal kalau itu enggak dibereskan, semua program pembangunan bisa bocor di tengah jalan," jelasnya.
Menurut laporan KPK yang dikutip Purbaya, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 menunjukkan hampir semua pemerintah daerah masuk kategori zona merah atau rentan korupsi, termasuk 67 pemerintah provinsi dan 69 pemerintah kabupaten. (P-4)
KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap ijon proyek, yaitu Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) dan Bapaknya HM Kunang (HMK), dan pihak swasta Sarjan (SRJ).
Nyumarno sedianya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK).
KPK menyebut bahwa pihak swasta Sarjan (SJ), yang diduga menyuap Bupati nonaktif Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) diketahui merupakan vendor yang lama di jasa tersebut
Budi mengatakan KPK saat ini masih fokus menyidik kasus dugaan suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang melibatkan Ade Kuswara Kunang.
KPK mengungkap jejak komunikasi yang dihapus dari handphone sitaan dalam kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Salah satu HP tersebut diduga milik kepala dinas Pemkab Bekasi.
KPK menggeledah rumah Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dan menyita dokumen serta Toyota Land Cruiser terkait kasus dugaan suap proyek di Pemkab Bekasi.
Menurutnya, untuk jabatan perangkat desa selain sekretaris, praktik suap juga marak dengan nilai ratusan juta rupiah.
KPK kembali menggeledah lokasi di Kabupaten Pati dan mengangkut tujuh koper dari sebuah koperasi yang diduga terkait kasus Bupati Pati nonaktif Sudewo.
Hak menentukan hasil akhir ini sering kali disalahgunakan untuk mengakomodasi kepentingan politik atau materiil.
Transparansi di level daerah harus ditingkatkan secara radikal melalui pembagian kewenangan yang jelas antara pusat dan daerah.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo, Senin, (19/1). Bupati Pati Sudewo terkena OTT KPK terkait dugaan jual beli jabatan.
PASCADITANGKAPNYA Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kantor Bupati Pati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Selasa, (20/1) terpantau lengang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved