Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) menindak dan menutup dua akun Telegram @SP777 live slot gacor dengan 6.644 subscriber dan @1nsert_kiss dengan 160 ribu pengikut. Akun tersebut terafiliasi dengan promosi judi online (judol).
"Kami tegaskan kembali bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menkomdigi Meutya Hafid, kami akan terus berkomitmen memperkuat upaya pemberantasan perjudian online ini tanpa pandang bulu dengan berbagai pihak," ujar Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Komdigi, Nursodik Gunarjo, dalam rilisnya pada Jumat, 15 November 2024.
Nursodik mengungkapkan bahwa modus iklan judi online semakin beragam dan terus mencari cara baru. Khususnya dengan memanfaatkan situs dengan sistem keamanan yang buruk.
"Untuk itu, kami imbau bagi para pengelola situs agar senantiasa menjaga keamanan situs yang dikelola dengan melakukan pembaruan secara berkala dan memeriksa kerentanannya untuk memperkuat sistem keamanan situs," jelasnya.
Diketahui, Komdigi telah melakukan takedown 7.224 konten terkait judi online berdasarkan hasil patroli siber dan aduan masyarakat. Angka ini terhitung dalam periode Kamis, 14 November-Jumat, 15 November 2024.
Jika dihitung sejak 20 Oktober hingga 14 November 2024, pemerintah telah melakukan takedown sebanyak 297.393 konten. Rinciannya 274.583 pada website dan IP, 12.597 konten pada platform Meta, 6.280 pada file sharing, 2.472 pada Google/YouTube, 1.313 melalui platform X, 107 konten pada Telegram, dan 40 melalui TikTok.
Komdigi telah menyediakan berbagai kanal untuk masyarakat melaporkan konten negatif, termasuk judi online. Di antaranya adalah Aduankonten.id, yang juga menyediakan layanan WhatsApp di 0811-9224-545. Ada juga WA chatbot Stop Judi Online di 0811-1001-5080.
Selain itu, Aduannomor.id bisa digunakan untuk melaporkan penyalahgunaan nomor seluler untuk penipuan, dan Cekrekening.id untuk melaporkan rekening bank atau e-wallet yang diduga terlibat tindak pidana.
"Judi online adalah penipuan. Judol bikin bobol!" tutup Nursodik Gunarjo. (Z-9)
Individu yang terjebak dalam adiksi judi memerlukan terapi medis karena adanya kerusakan struktur otak yang serupa dengan penyalahgunaan narkoba.
Motivasi setiap orang memulai perjudian sangat beragam, mulai dari sekadar iseng, tekanan lingkungan, hingga dorongan karakter pribadi.
Salah satu gejala utama kecanduan adalah hilangnya kontrol terhadap perilaku berjudi. Penderita tidak lagi mampu membatasi waktu dan modal yang dikeluarkan.
Kenali tanda kecanduan judi online menurut ahli psikiatri RSCM. Pahami bagaimana dopamin bekerja dan cara mendeteksi gejala dini sebelum terlambat.
Jasa Marga berlakukan diskon tarif tol 30% di 9 ruas untuk Mudik Lebaran 2026. Cek daftar rute, jadwal, dan syarat saldo e-toll agar tidak hangus.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan judi online (judol) yang digencarkan pemerintah pusat.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Pavel Durov dan pertama kali dirilis pada tahun 2013 oleh perusahaan Telegram Messenger LLP.
Telegram bisa digunakan di HP Android, iPhone, maupun komputer, dan memungkinkan pengguna untuk membuat grup besar serta channel untuk berbagi informasi
BMKG engimbau masyarakat untuk waspada terhadap grup, kanal, dan akun di platform Telegram yang mencatut identitas resmi Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) secara ilegal.
Telegram merilis update besar dengan desain ulang total di Android, peningkatan UI iOS, transfer kepemilikan grup otomatis, tombol bot berwarna, hingga fitur crafting hadiah.
Para pelaku penipuan biasanya menjerat calon korban dengan menawarkan kesempatan cuan cepat, undangan ke grup eksklusif, hingga jasa pendampingan trading.
Telegram, salah satu aplikasi pesan instan terpopuler, kini memungkinkan penggunanya untuk mengakses pesan melalui web browser di PC atau komputer tanpa perlu mengunduh aplikasi desktop.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved