Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Waspada Penipuan dengan Akun Telegram Palsu, Kenali Modus Titip Dana yang Mengintai Investor

Basuki Eka Purnama
01/1/2026 19:15
Waspada Penipuan dengan Akun Telegram Palsu, Kenali Modus Titip Dana yang Mengintai Investor
Ilustrasi(Freepik)

PESATNYA pertumbuhan investasi digital di Indonesia menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, akses terhadap aset kripto dan saham global semakin terbuka. Di sisi lain, fenomena ini membuka celah bagi pelaku kejahatan siber untuk memanfaatkan rendahnya literasi digital masyarakat melalui skema penipuan yang kian canggih.

Baru-baru ini, platform investasi Pluang mengeluarkan peringatan resmi terkait maraknya akun Telegram bodong yang mencatut nama dan logo perusahaan mereka. 

Puluhan akun palsu tersebut muncul dengan modus operandi yang dirancang sedemikian rupa agar terlihat seperti komunikasi resmi perusahaan.

Modus Operandi: Janji Manis hingga Titip Dana

Para pelaku biasanya menjerat calon korban dengan menawarkan "kesempatan cuan cepat", undangan ke grup eksklusif, hingga jasa pendampingan trading. 

MI/HO

Salah satu indikasi kuat penipuan yang ditemukan adalah tawaran "titip dana" dengan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat tanpa penjelasan risiko yang memadai.

Agar terlihat meyakinkan, pelaku memanfaatkan kemiripan identitas digital. Mereka menggunakan nama pengguna (username) yang hampir identik dengan akun resmi, hanya dengan menambahkan sedikit modifikasi pada ejaan atau karakter angka. 

Selain itu, korban sering diarahkan ke tautan di luar domain resmi yang berpotensi mencuri data pribadi dan akses akun.

Identifikasi Kanal Resmi

Menanggapi situasi ini, Pluang menegaskan bahwa akun resmi Telegram perusahaan tidak pernah menghubungi pengguna terlebih dahulu melalui pesan pribadi (direct message). Seluruh komunikasi resmi bersifat satu arah melalui kanal yang telah terverifikasi.

Ciri lain yang harus diwaspadai adalah permintaan transfer dana di luar aplikasi. Pelaku kerap meminta korban mengirimkan uang ke rekening pribadi atau dompet digital tertentu dengan dalih investasi bersama. 

Praktik ini jelas melanggar mekanisme keamanan platform investasi yang sah, di mana seluruh transaksi seharusnya dilakukan secara mandiri melalui sistem aplikasi.

Langkah Perlindungan Konsumen

Sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan konsumen, Pluang mengimbau pengguna untuk selalu melakukan verifikasi dan tidak membagikan data sensitif seperti kata sandi atau kode OTP. 

Jika menemukan indikasi mencurigakan, pengguna diarahkan untuk menghubungi jalur resmi seperti:

  • Layanan pelanggan melalui email.
  • Live chat di dalam aplikasi.
  • Nomor telepon resmi Pluang Care.

Informasi resmi hanya disalurkan melalui kanal terverifikasi, seperti akun Telegram @OfficialPluang, media sosial dengan centang biru, serta situs resmi perusahaan.

Pentingnya Literasi Digital

Kasus ini menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi harus dibarengi dengan pemahaman risiko. Kepercayaan pengguna adalah aset utama dalam ekosistem fintech. 

Oleh karena itu, sinergi antara peran aktif platform dalam mengedukasi serta kewaspadaan pengguna menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan aset di tengah pesatnya ekonomi digital Indonesia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya