Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKAN cuma serangan fajar yang dikhawatirkan menjelang hari pencoblosan Pemilu 2024, tapi juga para penjahat siber. Salah satunya bermodus mengirimkan file APK dengan nama 'Undangan Pemilu DPT' maupun 'Data TPS Pemilu 2024'.
Padahal file APK itu adalah pencuri SMS. Apabila diunduh, maka setiap kali SMS masuk akan diteruskan ke Telegram penipu.
Target si peretas dengan modus APK ini adalah untuk membobol rekening m-banking korban.
Baca juga : Kapolda Jateng Jadi Korban Sindikat APK, Raup Rp1,5 Miliar dari 48 Orang. Begini Modusnya
Kejadian ini dialami oleh Hana, 45, warga Kota Bogor, Jawa Barat. Ia menemui upaya peretasan di dalam salah satu Whatsapp Group (WAG) keluarganya.
"Jadi, ada salah satu anggota WAG terus mengirim file APK berjudul 'Undangan Pemilu DPT'. Yang pertama sudah dihapus oleh saya selaku admin, atas peringatan anggota WAG lain. Malam ini, muncul lagi kiriman file APK itu," ujar Hana, Selasa (13/2) malam.
Meski pesan file APK itu sudah coba dihapus, pesan itu kembali dikirim oleh pelaku. "Untungnya saya lagi online, jadi setelah dua kali kirim berturut-turut, saya coba blokir si pengirim untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh anggota lain," kata Hana.
Baca juga : Data Pemilih Bocor, Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran KPU
Dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pesan WhatsApp yang berisi file Android Package Kit (APK) "Undangan Pemilu DPT" dengan ukuran file 4,6 MB adalah penipuan.
Dijelaskan jika, kebanyakan m-banking yang ada saat ini mengirimkan kode One Time Password (OTP) lewat SMS. Disebutkan jika penipu sudah mengambil alih kontrol terima dan kirim SMS, selanjutnya si penipu akan mencoba meretas m-banking si korban.
Bukan hanya itu, file APK tersebut juga bisa mengambil alih akun WA korban, sehingga bisa dipakai untuk menyebarkan APK ke daftar kontak korban. (Z-4)
Grup ini dirancang untuk memfasilitasi percakapan atau diskusi antara banyak orang sekaligus, baik itu untuk keluarga, teman, rekan kerja, komunitas, atau kepentingan tertentu lainnya.
Terkadang menerima undangan masuk grup WhatsApp dapat menjadi hal yang membingungkan atau mengganggu jika tidak sesuai dengan keinginan
Ketua Tim Hukum Tmnas Amin Ari Yusuf Amir menyebut ada aparat yang meminta dimasukkan dalam grup aplikasi WhatsApp (WA) Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Menparekraf Sandiaga Uno angkat bicara perihal beberapa menteri kabinet Presiden Joko Widodo dikabarkan akan mundur akibat panasnya situasi kabinet jelang pemilihan presiden 2024.
Luncurkan fitur baru, WhatsApp akan memberikan kontrol penuh kepada admin untuk menentukan siapa saja anggota grupnya.
Dalam penyusunan Peraturan KPU (PKPU), termasuk aturan soal keterwakilan 30% perempuan dalam pencalonan legislatif dan syarat pencalonan mantan narapidana.
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
KONTESTASI Pemilu 2024 meninggalkan catatan kelam, khususnya dalam penyelenggaraan pemilu di luar negeri, mulai dari tahap prapemungutan suara, pemungutan, hingga pascapemungutan.
Mantan Wapres AS Kamala Haris mengkritik Joe Biden dalam memoarnya. Ia menyebut keputusan Biden mencalonkan diri pada Pemilu 2024 sebagai tindakan nekat.
KPU RI melakukan kontrak dengan broker Alfalima Cakrawala Indonesia untuk penyewaan private jet.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bawa penyewaan pesawat jet saat pelaksanaan Pemilu 2024 dilakukan sebagai langkah operasional strategis dalam situasi luar biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved