Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENDAGRI Tito Karnavian mengutarakan pertarungan antara media konvensional dengan media sosial dalam membentuk opini publik tidak bisa dihindari. Hal itu menimbulkan terjadinya revolusi media.
“Ke depan sosial media lebih berpengaruh dibandingkan media konvensional,” ujar Tito pada Konvensi Nasional Media Massa yang diselenggarakan PWI, yang merupakan rangkaian Hari Pers Nasional yang bertemakan ‘Mengawal Hasil Pemilu’ di Putri Duyung Cottage, Jakarta, Senin (19/2).
Karena itu, ucap Mendagri, digitalisasi media tidak bisa dihindarkan. “Tidak bisa kita melawan digitalisasi. Yang perlu dilakukan adalah how to ride, bagaimana kita mengendarai. How to capitalize, bagaimana kita memanfaatkan itu. Bukan kita menghindari. Jika kita menghindari akan terpental sendiri.”
Baca juga : Pengamat Sebut Tito Karnavian Sulit Netral pada Pemilu 2024
Tito mengatakan saat ini sudah banyak media konvensional beralih ke digital atau melengkapi medianya dengan sosial media. Namun, lanjutnya, yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengontrol sosial media. “Kalau media konvensional saya kira sedikit banyak bisa dikontrol.”
Media konvensional, ujarnya, telah dibatasi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Pers. Sementara, ujarnya, sosial media diatur oleh UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008. Ia meyakini sosial media akan semakin kuat pengaruhnya dibandingkan media konvensional.
Tito juga menyinggung tema HPN, yakni Mengawal Hasil Pemilu. “Pemilu adalah bagian penting dalam demokrasi karena Pemilu juga satu-satunya seluruh rakyat menggunakan hak demokrasinya, hak kedaulatannya.”
Baca juga : Ini Alasan Jokowi Tunjuk Tito Karnavian sebagai Plt Menko Polhukam
Indonesia, katanya, merupakan negara terbesar dalam satu hari di dunia. Karena terbesar jumlah penduduk dan dilihat dari demografi dan luasnya diperkirakan masih banyak warga yang tidak paham arti demokrasi maupun tentang surat suara.
“Tidak heran bila Pemilu, 14 Februari (2024) adalah one the most complicated in the world. Kenapa? Harus mendistribusikan surat suara dalam waktu cepat, di gunung, di laut, di pantai, di pulau-pulau, di hutan yang gak ada aksesnya, sebelum hari H.”
Untuk penyelenggaraan pemilu, tambahnya, negara merekrut hampir delapan juta penyelenggara serta sekitar delapan ratus ribu pengawas (jajaran Bawaslu).
Baca juga : Resmi Berhentikan Mahfud MD, Jokowi Tunjuk Tito Karnavian jadi Plt Menko Polhukam
Dalam Pemilu semakin rumit, kata Tito, karena disuguhkan banyak pilihan, dari Presiden, anggota legislatif dari DPR RI hingga DPRD kabupaten/kota, maupun Dewan Perwakilan Daerah. “Sampai bingung yang membacanya. Complicated.”
Tapi, ia bersyukur penyelenggaraan pemilu berjalan lancar dan aman. Namun, diakuinya, dalam penyelenggaraan pemilu tidak sempurna karena besarnya jumlah pemilih dan kondisi demografi Indonesia.
Menurut dia, di tengah berbagai permasalahan yang muncul dalam pemilu, hendaknya pers membuat pemberitaan yang objektif berdasarkan fakta bukan opini. Ia berharap dalam pemberitaan media dilakukan dengan proses tracing, yaitu men-track prosesnya, sebab akibatnya secara detail. “Yaitu dengan cara investigasi.” (Ria/Z-7)
Menanggapi pertanyaan agar kasus serupa tidak terulang, Tito menekankan bahwa menjadi kepala daerah berarti siap bekerja sepenuhnya untuk rakyat.
Mendagri Tito Karnavian meminta praja IPDN menerapkan ilmu pemerintahan untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
Menurut Mendagri data by name by address dari pemerintah kabupaten sangat diperlukan.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan perlunya percepatan penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) berupa 30 ton beras untuk korban bencana di Medan dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center
ISRA Mikraj merupakan salah satu momentum paling penting dalam sejarah Islam.
Konten di media sosial bisa berupa teks, foto, video, suara, atau siaran langsung, dan interaksi dilakukan melalui like, komentar, share, atau pesan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Kemkomdigi bergerak cepat merespons keresahan publik terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram dan keamanan fitur reset kata sandi.
Sedang mencari kata kata gamon yang mewakili perasaanmu? Temukan kumpulan caption gagal move on paling menyentuh dan aesthetic untuk media sosial di sini.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved