Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Mendagri Tekankan Pemulihan Pemerintahan Aceh Tamiang

M Ilham Ramadhan Avisena
04/2/2026 22:15
Mendagri Tekankan Pemulihan Pemerintahan Aceh Tamiang
MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.(Dok. Antara)

MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan, penugasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang tidak semata-mata bersifat kemanusiaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri dalam menerapkan ilmu pemerintahan di lapangan.

Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito menjelaskan Aceh Tamiang termasuk wilayah yang mengalami dampak paling berat akibat banjir dan longsor di Sumatra.

Letak geografis di dataran rendah yang dilalui sungai besar menyebabkan daerah ini menerima limpahan air dari hulu, sehingga menimbulkan lumpur dan kerusakan luas, termasuk pada kawasan perkantoran pemerintah kabupaten.

Dalam amanatnya pada Apel Pemulangan Personel Satgas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (3/2), Tito menekankan nilai pengalaman lapangan tersebut.

"Mempraktikkan ilmu pemerintahan dalam negeri. Yang belum tentu semua angkatan lain, di tahun-tahun ke depan, atau tahun-tahun sebelumnya, mengalami pengalaman yang dialami Adik-Adik semua," ujarnya seperti dikutip pada Rabu (4/2). 

Ia menegaskan, tolok ukur utama keberhasilan pemulihan pascabencana adalah kembalinya fungsi pemerintahan dan pelayanan publik. Hal itu mencakup beroperasinya kembali kantor pemerintahan, akses jalan, layanan kesehatan dan pendidikan, rumah ibadah, hingga ketersediaan listrik, komunikasi, distribusi BBM dan elpiji, serta mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

"Indikator terpenting adalah pemerintahan, apakah pemerintahnya berjalan atau tidak. Karena pemerintahan pusat sumber daya, pusat pengambilan keputusan, kekuasaan, kebijakan pembuatan kebijakan, policy making yang mempengaruhi kepada masyarakat luas," kata Tito.

Selama sekitar satu bulan terakhir, upaya bersama berbagai pihak berhasil membersihkan sejumlah kantor pemerintahan di Aceh Tamiang sehingga mulai dapat difungsikan kembali. Kondisi ini dinilai menjadi modal penting untuk menggerakkan kembali roda pemerintahan dan pelayanan publik secara bertahap.

"Oleh karena itulah kita yang lakukan adalah kita fokus pada kantor, sekaligus membangkitkan semangat rekan-rekan ASN khususnya untuk mulai bekerja kembali," tambahnya.

Tito berharap semangat gotong royong terus terjaga dalam membangun kembali Aceh Tamiang. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Praja IPDN, ASN Kemendagri, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri atas kontribusi mereka dalam pemulihan wilayah terdampak.

"Saya minta semangat kita untuk membangun kembali Aceh Tamiang. Semangat ya Bapak-Ibu ya. Semangat harus, karena nasib masyarakat Aceh Tamiang ada di tangan Bapak-Ibu (ASN Aceh Tamiang) sekalian. Kami hanya mendorong untuk kembali normal," pungkasnya.  (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya