Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, meminta KPK untuk mengusut fakta baru terkait perintah pengiriman uang puluhan miliar menggunakan pesawat jet dari Lukas Enembe dalam kasus tindak pidana pencucian uang yang menjerat Gubernur non-aktif Papua itu.
"Loh data kalau itu dari masyarakat aja wajib diusut, apalagi ini data yang ditemukan KPK. Makanya ini hukumnya wajib, super wajib diusut oleh KPK," tegas Boyamin saat dihubungi, Sabtu (26/8).
Boyamin menduga, bahwa uang tersebut berasal dari hasil yang tidak benar dan digunakan untuk hal-hal tidak benar. Menurutnya jika uang itu didapat bukan dari hal negatif, maka tidak perlu susah-susah menggunakan pesawat jet untuk mengirimkan uang tersebut.
Baca juga : KPK Telusuri Transaksi Pembelian Jet Pribadi Lukas Enembe
"Dan saya kira kalau ini diantar pakai pesawat, ini jelas diduga (uang) berasal dari yang tidak benar dan dipakai untuk yang tidak benar. Karena kalau berasal dari yang benar dan dipakai untuk yang benar tinggal transfer rekening, gak perlu pakai pesawat untuk membawa duit," ujarnya.
Baca juga : Lukas Enembe Diduga Lakukan Pencucian Uang Belasan Miliar Lewat Transaksi Valas
Dengan fakta baru itu, Boyamin kembali menegaskan agar KPK mengusut tuntas hal ini, dengan mencari tahu asal-usul serta penerima uang tersebut
"Jadi ini yang harus justru dikejar, karena dugaannya apa? Uang-uang itu berasal dari yang gak benar, dipake untuk yang tidak benar dan bisa diduga untuk pencucian uang, sehingga harus dikejar hukumnya wajib," tegas Boyamin.
"Kalau nggak (dikejar), justru KPK berdosa kepada seluruh rakyat Indonesia. Karena apapun faktanya sudah diketahui KPK sehingga harus ditindak lanjuti," tukasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, KPK mengungkap adanya perintah pengiriman uang menggunakan pesawat jet dari Lukas Enembe dalam kasus tindak pidana pencucian uang yang menjeratnya.
Keterangan ini didapat setelah tim penyidik KPK memeriksa saksi bernama Selvi Purnama Sari pada Jumat (26/8). Selvi merupakan saksi dengan latar belakang seorang pramugari.
"Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya pengantaran uang puluhan miliar secara tunai menggunakan pesawat jet atas perintah Tersangka LE (Lukas Enembe)," kata Juru Bicara KPK Ali Fikri.
Penggunaan uang puluhan miliar yang diminta dikirim oleh Lukas Enembe melalui pesawat jet saat ini masih misterius. KPK belum memerinci dari mana dan ke mana rute pesawat jet yang diduga membawa uang tunai puluhan miliar tersebut. (Z-8)
Pendalaman keterangan saksi juga penting untuk memastikan posisi dan pembelian jet pribadi itu. Terbilang, kendaraan udara itu diyakini ada di luar negeri.
KPK memastikan bakal menyita barang-barang yang berkaitan dengan perkara ini. Pihak-pihak yang menyimpan aset terkait kasus diharap kooperatif.
Jet pribadi itu saat ini ada di luar negeri. Kendaraan itu perlu disita untuk kebutuhan pembuktian dan pengembalian kerugian negara.
Hanya Dius yang menjadi tersangka dalam kasus ini. Lukas tidak bisa diproses hukum lagi, karena sudah meninggal.
KPK secara resmi menetapkan mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua, Dius Enumbi (DE) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi,
PSBS Biak dijadwalkan akan melakoni empat pertandingan kandang di Stadion Lukas Enembe pada sisa kompetisi Liga 1.
KPK menetapkan tiga korporasi sebagai tersangka baru dalam kasus gratifikasi eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dan menyita ratusan aset.
KPK memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan gratifikasi korporasi di Kutai Kartanegara yang menjerat Rita Widyasari dan menyita 104 kendaraan.
Polisi Prancis selidiki hubungan mantan Menteri Jack Lang dengan Jeffrey Epstein. Geledah kantor IMA terkait dugaan pencucian uang dan perusahaan offshore.
PPATK menyampaikan 994 Hasil Analisis, 17 Hasil Pemeriksaan, serta 529 Informasi kepada penyidik dan kementerian/lembaga terkait.
Penyidik KPK mensinyalir nominal uang hasil pemerasan jauh lebih besar dari temuan saat ini.
Selain penindakan hukum terhadap para pelaku, Polri juga bergerak memutus akses perjudian di dunia maya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved