Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Kriminologi Universitas Indonesia Profesor Adrianus Meliala menyebutkan ada dua kesulitan yang membuat Polri belum berhasil mengungkap kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.
Dua kesulitan itu ialah Polri keburu membuat satu alur cerita yang bila ingin mengugurkan cerita tersebut membutuhkan administrasi lidik dan sidik. Selain itu, kata Adrianus, sebelumnya sudah ada laporan polisi (LP) maupun rilis.
"Nah, untuk membantah ini kan susah," kata Adrianus kepada Media Indonesia saat berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (28/7).
Ia menambahkan, adapun kesulitan kedua yang dihadapi aparat kepolisian ialah membangun cerita baru karena cerita baru haruslah disusun dengan pendekatan scientific crime evidence sehingga membutuhkan waktu dan teknik.
Baca juga: Penyidikan Kematian Brigadir Yosua Rawan Konflik Kepentingan
"Misalnya pada rilis pertama Kapolres Jakarta Selatan (nonaktif) bilang ada rekoset (kondisi ketika proyektil peluru yang ditembakkan memantul karena benda keras), gak gampang lho untuk mengatakan itu rekoset, kan mesti diukur. Kalau memang mau buktikan bahwa itu
rekoset, dibuktikan benar, cuma butuh waktu," terang Adrianus.
Dari sisi administrasi penyidikan, lanjut dia, kasus ini memang masih membingungkan, sebab bagaimana menggugurkan LP yang sudah masuk, termasuk LP dari pihak korban (kuasa hukum korban).
"Substansi perkaranya gak jelas, sudah ada permintaan perlindungan kepada LPSK," ujarnya.
Menurut dia, saat ini Polri menerima empat LP yang saling bertolak berlakang, lantas bagamana caranya menggugurkan karena begitu digugurkan tanpa sebab, bisa digugat. Karena itu, Adrianus menduga Polri sedang menyiapkan cerita yang baru melalui investigasi seperti autopsi ulang jenazah dan uji balistik peluru yang menewaskan Brigadir J.
"Kemudian ada cerita baru mengenai apa yang terjadi, hal mana yang membuat LP ini digugurkan," jelas mantan Komisioner Kompolnas ini. (OL-16)
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
Target Nol Kematian Dengue 2030 Dinilai Masih Penuh Tantangan
SEORANG siswa bunuh diri di NTT. Anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun, Psikiater, menekankan bahwa anak berusia 10 tahun sudah memahami konsep kematian
Selain sakit kepala dan asfiksia (kekurangan oksigen), gas tertawa dapat memicu terbentuknya bekuan darah serta gangguan pada hitung darah.
Penyalahgunaan gas tertawa dapat memicu timbulnya bekuan darah, gangguan hitung darah, serta menghambat fungsi saluran pembuangan (buang air besar dan kecil).
VILPA merupakan akitifitas singkat tetapi intens yang biasa kita lakukan. Durasi setiap aktivitas biasanya hanya 30–60 detik, tetapi intensitasnya cukup tinggi.
MANTAN Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro masuk dalam daftar 54 personel Polri yang dimutasi pada Februari 2026. Mutasi tersebut dilakukan di tengah proses pemberhentian tidak hormat
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerbitkan status daftar pencarian orang (DPO) terhadap bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin.
Ketua Divisi Riset dan Dokumentasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Hans Giovanny Yosua mengingatkan agar Polri tidak disalahgunakan.
WAKIL Menteri HAM. Mugiyanto mendukung penggunaan bodycam bagi anggota Polri. Itu bagian dari pegawasan setelah maraknya kekerasan oleh aparat kepolisian.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menyebut kultur kekerasan di Polri berakar dari kurikulum pendidikan yang masih militeristik. Perlu dekonstruksi total pada SPN dan sistem meritokrasi.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved